PRAKTIK PENYULUHAN DI PESAWARAN, KEMBALIKAN GAIRAH PETANI MENGELOLA TANAMAN KAKAO

Gedung Tataan Pesawaran- Redaksi. Sudah berpuluh tahun tanaman kakao menjadi sumber pendapatan utama para petani di Desa Wiyono Kecamatan Gedung Tataan Kabupaten Peawaran. Namun bekangan ini petani di sana seperti kehilangan harapan dan mulai ingin mengganti tanaman kakao menjadi komoditas lain yang lebih menguntungkan. Yang membuat para petani seolah berputusa asa adalah karena ganasnya berbagai serangan penyakit yang belakangan ini makin sulit diatasi patani, khsususnya penyakit busuk buah kakao. Demikian disampaikan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Setia Usaha, Bapak Welas, dalam kesempatan menyambut kunjungan para Calon Penyuluh Pertanian Peserta Praktek Kompetensi Pelatihan Dasar Penyuluh Pertanian Ahli dari Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung di Desa Wiyono (Rabu, 9/2/2022).

“Kami sudah mblenger Mas, entah dengan cara apa lagi mesti mengatasi penyakit busuk buah ini. kerugian kami cukup besar, terlebih dengan cuaca yang tidak menentu belakangan ini, kalau malam hujan, sudahlah, pasti paginya buah kakao mulai mengitam membusuk”, ungkap Pak Welas kepada para Calon Penyuluh peserta pelatihan yang berkunjung ke Desa Wiyono dalam rangka menggali data untuk Prakrtik Identifikasi Potensi Wilayah, menyusun Programa dan Rencana Kerja Penyuluhan.

“Cilakanya, ketika sebagian kami mencoba beralih ke kooditas lain, misalnya tanaman pala, keadaaanya juga tidak lebih baik, tetap saja penyakit busuk buah mengintai”, tambah Pak Agus, Sekretaris Gapoktan yang juga turut hadir bersama beberapa Pengurus Gapoktan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut para peserta pelatihan mencoba menggali berbagai data dan informasi terkait Identifikasi Potensi Wilayah Desa yang dimiliki Desa Wiyono sebagai bahan untuk Praktik Kompetensi. Untuk mengkonfirmasi ulang keterangan dari Pengurus Gapoktan, pada hari yang sama para peserta melakukan kunjungan ke lahan dan beberapa kelompok tani.

Dari berbagai keterangan yang dihimpun, selain menyusun Identifikasi Potensi Wilayah, Programa, dan Program Kerja Penyuluhan, para peserta juga merumuskan bahan Penyuluhan sesuai kebutuhan petani di lokasi. Peserta memilih Tema “Mengatasi Busuk Buah dengan Mempraktikkan Pengendalian Hayati menggunakan Tricoderma

Penyuluhan dilaksanakan pada Jumat (11/2/2022) berlokasi di Kelompok Tani Setia Usaha IV, Desa Wiyono Kecamatan Gedung Tataan. Selaku penyampai Materi Penyuluhan adalah Bapak Harry Truemansyah, peserta asal Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Dalam kesempatan tersebut Harry menyakan bahwa upaya pengedalian busuk buah kakao haruslah dilakukan secara holistik dengan cara membenahi kondisi tanah agar pH-nya netral, tidak asam dan diberikan bahan organik dalam jumlah cukup, dilakukan pemangkasan, serta pemberian pupuk secara berimbang.

“setelah berbagai langkah pengkondisian tanah dan perawatan di atas dilakukan, kita perlu mencoba melakukan pengendalian hayati dengan cara aplikasi Tricoderma”, ungkap Harry seraya menunjukkan kemasan Tricoderma siap pakai kepada sekitar 20 orang petani yang hadir.

“Apakah Bapak Ibu sudah pernah mealakukan apliksi pengendalian hayat ini?”, tanya Harry.

“Belum pernah,Pak” jawab para petani kompak.

“Makanya Bapak Ibu perlu mencoba aplikasi ini”, tambah Pak Harry sambil melajutkan penjelasan bagaimana cara mengaplikasikan Tricoderma di lahan kakao melalui peta singkap yang telah disiapkan.

Saat dibuka tanya jawab, para petani riuh rendah mengajukan pertanyaan mengenai aplikasi Tricoderma yang telah dijelaskan. Dari wajah para petani itu terpancar harapan untuk kembali mengelola tanaman kakao yang mereka miliki.

“Setelah mendapatkan pencerahan dalam penyuluhan ini kami merasa bergairah dan punya harapan untuk kembali mengelola tanaman kakao yang kami mililiki agar menghasilkan yang lebih baik lagi”, ungkap Pak Toni, Ketua Kelompok Tani Setia Usaha IV, yang menjadi salah satu peserta sekaligus tuan rumah pertemuan tersebut.

Kontributor Berita: Ahmad Suryanto,S.T, M.P,  Widyaiwara Bapeltan Lampung