Muara Enim – Untuk meningkatkan pembangunan pertanian, Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, melaksanakan Pembukaan Pelatihan Pembekalan Sertifikasi dan Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian harus kompeten. Sebab, penyuluh adalah sahabat terdekat petani.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Sehingga penyuluh pertanian dituntut harus kompeten dalam melaksanakan tugasnya,” tegas Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, memperkuat hal tersebut.

“Kunci keberhasilan pembangunan pertanian terletak di sumber daya manusia pertanian. Termasuk di dalamnya Penyuluh Pertanian. Bukti keberhasilan pembangunan pertanian adalah di peningkatan produktivitas. Yang berperan dalam menggenjot produktivitas adalah petani dan penyuluh,” tegas Dedi.

Untuk mewujudkan peningkatan kompetensi penyuluh pertanian, Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, melaksanakan Pembukaan Pelatihan Pembekalan Sertifikasi dan Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian, Rabu (16/3/2022).

Acara yang digelar di Hotel Griya Sintesa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ini dihadiri oleh seluruh SKPD Kabupaten Muara Enim.

Pembukaan pelatihan dilakukan Bupati Muara Enim yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Emran Tabrani.

Dalam sambutannya, Emran mengharapkan penyuluh pertanian harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan sebagai salah satu wujud dari program pemerintah sesuai undang-undang untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja Aparatur Sipil Negara.

“Seluruh peserta harus mengikuti pelatihan secara keseluruhan. Sehingga pada saat mengikuti sertifikasi atau uji kompetensi, seluruh penyuluh pertanian dapat dinyatakan kompeten. Kalau sudah kompeten, maka penyuluh pertanian tentu sudah menguasai tugas dan fungsinya sebagai penyuluh pertanian” tutur Emran.

Pelatihan ini terlaksana atas kerjasama antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Muara Enim dengan Balai Pelatihan Pertanian Lampung.

Rencananya, pelatihan ini dilaksanakan sampai 30 Maret mendatang dan diikuti oleh penyuluh pertanian PNS sebanyak 40 orang dari seluruh Kabupaten Muara Enim.

Pelatihan ini menghadirkan fasilitator dan Asesor dari Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pelatihan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat, yang hadir dalam pembukaan pelatihan, menyampaikan bahwa sertifikasi dan uji kompetensi ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan penyuluh pertanian yang kompeten.

“Ke depan, penyuluh pertanian harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Dalam melaksanakan tugasnya, penyuluh pertanian tidak boleh puas dengan kemampuannya sekarang. Penyuluh pertanian harus terus untuk meng-update baik pengetahuan, keterampilan dan wawasannya dalam upaya meningkatkan produktivitas,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Abdul Roni menegaskan bahwa Balai Pelatihan Pertanian Lampung siap untuk memfasilitasi penyuluh pertanian di Kabupaten Muara Enim untuk meng-upgrade kompetensinya. (Sft)