Oleh

Bambang Haryanto, SP. M.Si

Pembangunan pertanian sebagai salah satu unsur penggerak dinamika pembangunan dinamika proses tersebut akan terjadi apabila aparatur, petani dan lembaga  sosial ekonomi senantiasa berperilaku proaktif. Tak terkecuali penyuluh pertanian, yang mempunyai kedudukan yang strategis sesuai dengan tugasnya sebagai penyelenggara pendidikan non formal bagi petani dan keluarganya serta anggota masyarakat lainnya.

Oleh sebab itu, untuk menjalankan tugas di masa depan penyuluh harus memiliki kualitas sumber daya yang handal. Menurut Mardikanto (1993) Penyuluh yang profesional ialah penyuluh yang mampu merumuskan program-program penyuluhan, memiliki pemahaman yang baik tentang pengertian akan sikap dan peranan organisasi pelayanan penyuluhan ditingkat nasional.

Menurut Slamet (2009) Kompetensi erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Menjalankan pekerjaan akan maksimal saat kompetensi yang dimiliki tinggi.

Pelatihan merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan untuk peningkatan kompetensi dan kinerja penyuluh. Salah satu kegiatan pelatihan bagi peningkatan kompetensi penyuluh ini adalah Pelatihan Diklat Dasar Ahli Bagi Penyuluh Pertanian.

Materi dalam diklat Dasar Ahli Penyuluhan Pertanian salah satu yang harus diampu peserta pelatihan adalah Praktek Kompetensi.  Kegiatan praktek kompetensi ini merupakan wahana peningkatan kemampuan penyuluh pertanian dalam mengidentifikasi kebutuhan dan potensi petani dan pelaku agribisnis lainnya menjadi penting.

Pada tanggal 9 Pebruari 2022 sampai dengan 13 Pebruari 2022 Balai Pelatihan Pertanian Lampung  melaksanakan kegiatan praktek kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan (UPT-BP) Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Pelaksanaan kegiatan praktek kompetensi terfokus di 5 (lima)  desa yang meliputi desa Kutoarjo, desa Gedong Tataan, Desa Sukaraja, desa Sukadadi dan desa Wiyono.

Praktek kompetensi merupakan kegiatan yang dilakukan guna memenuhi persyaratan untuk memenuhi kurikulum diklat tersebut diatas dan mecapai tujuan dari kegiatan pembelajaran. Kompetensi Dasar yang diharapkan peserta mampu melakukan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan pendekatan PRA, menyusun programa penyuluhan tingkat desa, menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan pertanian, menyusun materi penyuluhan pertanian, memilih metode penyuluhan, membuat alat bantu atau media penyuluhan, serta melakukan kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah desa yang ditempati kegiatan praktek kompetensi.

Tujuan dilaksanakan praktik kompetensi bagi peserta diklat adalah; a) Mengaplikasikan materi diklat yang diterima selama proses belajar mengajar di ruang kelas seperti; Identifikasi potensi wilayah, Menyusun programa penyuluhan pertanian, menyusun rencan kerja, melakukan evaluasi penyuluhan pertanian.b) Memupuk rasa percaya diri peserta diklat dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh pertanian, c) Meningkatkan kompetensi peserta diklat sebagai penyuluh pertanian ahli.

Kegiatan praktek kompetensi ini dilaksanakan berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia nomor 5/PER/KP.430/J/1/10 tanggal 18 Januari 2010 tentang pedoman umum penyelenggaran diklat fungsional bagi penyuluh pertanian, dimana disebutkan bahwa kurikulum diklat dasar bagi penyuluh pertanian ahli terdiri dari 150 jam pelajaran (JP) termasuk diantaranya 40 JP untuk kegiatan praktek kompetensi.
Peserta diklat dalam kegiatan praktek kompetensi merasa sangat senang hal ini ditunjukkan dengan antusias para peserta diklat untuk melakukan anjangsana di rumah masyarakat desa dan bersama-sama mengikuti kegiatan bapak, ibu serta pemuda tani desa dilapangan. Dari kegiatan praktek kompetensi masyarakat desa sangat terbuka dan siap untuk ditempati sebagai lokasi kegiatan praktek kompetensi yang dilaksanakan oleh peserta pelatihan.

Perencanaan kegiatan penyuluhan adalah proses pembuatan keputusan tentang arah kegiatan penyuluhan didasarkan pada prioritas masalah yang hendak dipecahkan untuk mencapai tujuan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian memerlukan persiapan yang baik supaya tujuan perubahan perilaku pelaku utama dapat tercapai.

Dalam mempersiapkan kegiatan penyuluhan, setidaknya ada 4 (empat) hal yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu:

  1. Melakukan identifikasi tujuan penyuluhan.

Menentukan tujuan penyuluhan yang didasarkan atas kebutuhan pelaku utama yang menjadi prioritas begitu penting, karena dapat menentukan indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, berhasil atau gagalnya sangat tergantung dari ketercapaian tujuan ini. Karena upaya pemenuhan kebutuhan ialah hal yang sangat dibutuhkan oleh sasaran sehingga kebutuhan dan bentuk penyajian ketika kegiatan penyuluhan dapat berjalan dengan baik.

  1. Penentuan kriteria dan instrumen evaluasi

Menentukan ranah tujuan penyuluhan juga bisa dijadikan dasar menentukan teknik evaluasi yang akan digunakan. Ada tiga ranah yang meliputi; 1) Jika tujuannya ranah kognitif, maka instrumen tes menggunakan tes tertulis, 2) Jika tujuannya ranah affektif, maka instrumennya observasi (personal dan kelompok) atau instrumen tanya jawab langsung, 3) Jika tujuannya ranah psikomotor, maka instrumennya tess unjuk kerja dan penugasan.

  1. Penentuan metode dan media penyuluhan

Metode penyuluhan yang efektip adalah yang mengkombinasikan beberapa metode. Metoda yang diterapkan harus mampu merangsang sasaran untuk selalu siap (dalam arti sikap dan pikiran) dan dengan sukahati melakukan perubahan-perubahandemi perbaikan mutu hidupnya sendiri, keluarganya dan masyarakatnya.
Pendampingan teknologi tidak cukup hanya dilakukan penyuluh pertanian melalui kunjungan, pertemuan kelompoktani dengan penyampaian materi secara lisan, tetapi juga diperlukan adanya dukungan materi teknologi yang akan berguna sebagai dokumentasi bagi petani.

  1. Persiapan administrasi penyuluhan.

Berkas dokumen yang harus dipersiapkan dalam kegiatan penyuluhan diantaranya daftar hadir peserta, sinopsis dan lembar persiapan menyuluh (LPM). Dengan mempersiapkan kegiatan penyuluhan pertanian secara benar oleh penyuluh pertanian maka diharapkan tujuan perubahan yang meliputi ranah pengetahuan, ketrampilan maupun sikap pelaku utama dapat tercapai sesuai harapan.

Semoga Artikel ini bermanfaat bagi Kita semua