PELATIHAN DASAR PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN INTELEKTUAL INSAN PERTANIAN INDONESIA

 

Oleh : Septiana, SP., M.P

Widyaiswara Balai Pelatihan Penyuluhan Lampung

 

 Kementerian Pertanian terus mendorong agar kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia pertanian  Indonesia terus dapat berkembang serta semakin profesional. Hal ini senada dengan arahan dari Kepala BPSDMP Kementerian Pertanian bahwa setiap program pertanian harus diawali dengan agenda Peningkatan Intelektual dari semua insan pertanian yang mendukung didalamnya (Kelompok Tani, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani (KWT), petani milenial  serta penyuluh) yang berada di garda terdepan pembangunan pertanian.

Dalam melaksanakan agenda peningkatan intelektual tersebut, dapat dilakukan dengan pelatihan-pelatihan yang diikuti baik oleh petani maupun penyuluh pertanian. Hal ini sesuai dengan kajian Kuntari & Mariono, dkk, (2010) dalam Isralasmadi, Natawidjaja, R., dan Hapsari, H (2018),  salah satu cara untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pertanian adalah dengan diklat/pelatihan.

Pelatihan dasar penyuluh pertanian ini merupakan salah satu upaya menjawab tantangan kebutuhan untuk peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi kerja para penyuluh pertanian tersebut. Terdapat 3 faktor pengungkit produktivitas, yaitu inovasi teknologi dan sarana-prasarana sebesar 30 persen,  peraturan perundangan, peraturan Presiden, peraturan Menteri, Gubernur dan tingkat bawahnya sebesar 25 persen dan peningkatan SDM pertanian sebesar 45 persen (Nursyamsi, 2021).

Diklat Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Ahli ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan, keterampilan, dan sikap para calon penyuluh pertanian, sehingga nantinya para calon penyuluh pertanian siap dan memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugasnya di lapangan serta mampu dalam memberikan wawasan berpikir secara komprehensif untuk pelayanan dan memecahkan permasalahan yang di hadapi petani dalam berusaha tani. Sesuai dengan amanat UU Sistem Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan, dimana penyuluhan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Kementerian Pertaniaan, 2006).

Dalam pelatihan ini, peserta pelatihan dibekali banyak ilmu mengenai penyuluhan pertanian, diantaranya bagaimana cara Menetapkan Impact Point, Menyusun IPW (Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem), Penyusunan Programa Penyuluhan, Penyusunan RKTP (Rencana Kerja Tahunan Penyuluh), Penyusunan Media Penyuluhan, Penyusunan Materi Penyuluhan, Pembuatan Evaluasi Pelaksanaan Penyuluhan, dan masih banyak lagi. Materi-materi yang disampaikan ini merupakan materi dasar yang harus di miliki dan dipahami dengan baik sebagai seorang penyuluh pertanian.

Setelah selesai mengikuti pelatihan dasar ini, para penyuluh diharapkan dapat benar-benar menerapkan dan melaksanakan ilmu pengetahuan dan materi yang telah didapatkan di wilayah kerjanya masing-masing, sehingga apa yang menjadi tujuan utama setiap program Kementerian Pertanian dapat dilaksanakan dengan baik karena adanya dukungan dari para penyuluh pertanian yang handal dan professional.

Harmet. 2020. Tingkat Penerapan Materi Pelatihan Dasar Fungsional Bagi Pertanian Ahli di Provinsi Riau. Jurnal Karya Aparatur. https://bpsdm.riau.go.id/bpsdm/wp-content/uploads/2021/02/4.-Tingkat-Penerapan-Materi-Pelatihan-Dasar-Fungsional-bagi-Penyuluh.pdf

Isralasmadi, Natawidjaja, R., dan Hapsari, H. (2018). Analisis Penyelenggaraan Diklat Pertanian di Balai Pelatihan Pertanian Jambi Analysis Of Agricultural Training at Jambi Agricultural Training Center. Jurnal Penyuluhan Pertanian.  File:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/71-ResearchInstrument-219-1-10-0181213.pdf.   

Kementerian Pertanian. 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006. Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Jakarta.