BANDAR LAMPUNG: Kementerian Pertanian mendorong para petani milenial untuk mengembangakan komoditas pertanian ubi kayu.Hal tersebut dilakukan Kementan, melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung, yang melaksanakan Pelatihan Pengembangan Pertanian Terpadu Berbasis Ubi Kayu bagi Petani Milenial.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani milenial harus bisa memaksimalkan pertanian di Tanah Air.
“Banyak sektor yang bisa digarap para petani milenial. Untuk itu, Kita ingin para milenial turun ke pertanian dan menggarap semua sektor yang ada,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, memperkuat hal tersebut.

“Kita ingin petani milenial bisa menggarap semua sektor. Termasuk juga memperkuat komoditas agar bernilai tinggi. Indonesia memiliki banyak diversifikasi pangan yang semuanya sangat potensial jika digarap dengan serius,” katanya.
Pelatihan Pengembangan Pertanian Terpadu Berbasis Ubi Kayu bagi Petani Milenial dibuka langsung Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Abdul Roni Angkat. Hadir dalam kegiatan itu Sub Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan Brilliania, serta Widyaiswara BPP Lampung.

Peserta Pelatihan ini berasal dari 2 Wilayah kerja BPP Lampung yaitu Provinsi Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung. Kedua provinsi ini dikenal sebagai daerah komoditas Ubi Kayu.Peserta pelatihan berjumlah 30 orang dan Petani Milenial yaitu rentang usia 20 – 35 tahun. Pelatihan ini berlangsung 1 hingga 6 Februari 2022.

Pengajar pelatihan ini adalah Widyaiswara BPP Lampung, pengajar dari Universitas Lampung dan BRI.
“Diharapkan setelah mengikuti Pelatihan Pengembangan Pertanian Terpadu Berbasis Ubi Kayu bagi Petani Milenial ini, seluruh peserta dapat menerapkan Pertanian Terpadu berbasis ubi kayu dengan baik,” kata Abdul Roni Angkat. (Wnd/Sft