Bandar Lampung – Salah satu faktor penting dalam pertanian selain air adalah kesuburan tanah. Dengan tanah yang baik, maka budidaya pertanian juga dapat berkembang dengan baik. Untuk mendapatkan kesuburan tanah secara baik, P4S Bumi Alam Purba berbagi cerita pada acara Bertani on Cloud yang disiarkan secara langsung dari Studio Balai Pelatihan Pertanian Lampung pada Kamis (7/04/2022).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang harus mampu bertahan selama masih ada kehidupan.

“Pertanian merupakan sektor yang tak lekang oleh waktu. Keberadaannya amat vital untuk memenuhi kebutuhan makanan seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi,” demikian SYL menegaskan.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan kembali bahwa sektor pertanian harus mampu menggenjot produksinya demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Hal penting yang paling mendasar selain meningkatkan produksi pertanian, kita juga harus memperhatikan kesehatan lahan pertanian yang kita usahakan,” terang Dedi.

Dedi mengharapkan agar seluruh masyarakat yang menyaksikan program acara yang disiarkan secara live streaming lewat zoom cloud meeting ini, dapat memahami bagaimana cara petani untuk tetap menjaga kesuburan tanah dan mempertahankan kesehatan tanah di lahan usahataninya.

Acara Bertani on Cloud yang lebih dikenal dengan nama BOC dan sudah masuk ke edisi atau Volume 168 ini, menghadirkan Owner P4S Bumi Alam Purba, Bayu Murti. P4S Bumi Alam Purba merupakan salah satu lembaga petani yang beralamat di Kota Raman, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.

BOC Volume 168 yang disaksikan langsung oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat mengangkat judul Cara Mencintai Lahan Pertanian agar Tetap Subur Kini, Nanti dan Selamanya.

Bayu Murti menjelaskan bahwa kesuburan tanah merupakan suatu proses ekologi dalam mempertahankan komponen komponen penyusun tanah. Lebih lanjut Bayu menjelaskan, komponen tersebut tersusun dari bakteri pengurai tanah, bahan organik, unsur hara, keasaman tanah sesuai dengan komposisinya masing-masing.

“Kesuburan tanah berawal dari proses KTK atau Kapasitas Tukar Kation. Proses KTK inilah yang akan menyiapkan nutrisi tanaman secara maksimal,” kata Bayu.

Acara ini dipandu oleh dua MC BPP Lampung, Feni Shintarika dan Marresty Syindi Novia juga bersama Widyaiswara yang juga berasal dari BPP Lampung, Aprida yang kemudian ditutup dengan penuh ceria oleh Abdul Roni Angkat.
Di akhir acara, Bayu menyampaikan bahwa kesuburan tanah merupakan tanggung jawab kita semua.

“Mari kita rawat dan lestarikan bumi kita. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang mau kapan lagi?” demikian Bayu memotivasi Sobatani Indonesia. (Sft).