Masalah klise yang ditemui petani padi pada saat musim tanam padi saat ini adalah langkanya tenaga tanam yang biasanya didominasi ibu ibu. Tidak mengherankan karena memang tenaga kerja tani saat ini  mulai langka dan anak mudanya banyak yang memilih untuk tidak bertani dengan alasan yang beragam.

Saat ini sebenarnya, bahkan dari dahulu sudah ada alat tanam padi, namun karena “kebiasaan” dengan alasan sosial, maka penggunaan alat tanam padi atau rice transplanter masih terbatas pada petani “modern”.  Bahkan petani tersebut terpaksa menggunakan alat tanam, karena tenaga kerja yang mulai terbatas.

Tulisan ini mencoba menginformasikan tentang rice transplaner itu sendiri mulai dari pengertian, manfaat  rice transplanter, cara mengoperasikan sampai dengan bagian bagian yang ada pada rice transplanter, dan satu lagi yaitu cara membuat persemaian untuk menanam dengan rice transplanter.

Untuk menanam dengan rice tranplanter memang di butuhkan persyaratan bibit maupun persyaratan sawah. Untuk bibit haruslah yang baik dan ketika disemai dapat tumbuh seragam. Sedangkan untuk sawah, menanam padi dengan rice transplanter haruslah sawah sudah terolah sempurna mulai dari pembajakan sampai dengan siap ditanam.

Pengertian Rice Transplanter

Rice Transplanter adalah alat penanam padi yang dipergunakan untuk menanam benih padi yang sudah disemai pada areal khusus dengan umur tertentu sampai dengan kondisi siap tanam. Rice Transplanter adalah mesin yang bekerja pada lahan berlumpur. Rice transplanter berfungsi sebagai alat bantu dalam menanam benih padi yang telah disemai. Dapat juga dikatakan alat ini sebagai alat pengganti tenaga manusia dalam menanam padi yang saat ini sudah semakin terbatas.

Adapun bagian bagian dari mesin tanam padi ini adalah sebagi berikut:

  1. Travelling Device

Bagian ini berfungsi untuk menggerakkan Transplanter ke depan dan belakang, bagian ini terdiri dari unit roda

  1. Feeding Device, Bagian ini terdiri dari :
    1. Seedling Tray, berfungsi sebagai tempat meletakkan persemaian yang akan ditanam.
    2. Seedling stopper, berfungsi sebagai alat penahan persemaian yang terdapat pada seedling tray.
    3. Seedling feeding pawl, untuk menggerakkan seedling tray ke kanan dan ke kiri agar pengambilan persemaian rata.
  2. Planting Device, bagian ini terdiri dari
    1. Planting Arm berfungsi mengerakkan garpu penanam atau planting fork.
    2. Planting fork sebagai alat pengambil bibit persemaian dari seedling tray.
  3. Operating Device
  4. Tuas Gas, untuk menaikkan putaran mesin
  5. Handling Kopling
  6. Versneling
  7. Tuas Hidrolik
  8. Saklar On – Off
  9. Tuas Penanaman
  10. Engine Device, bagian ini terdiri dari mesin yang berfungsi sebagai penggerak keseluruhan dari alat rice transplanter ini.

Mengoperasikan mesin tanam padi rice Transplanter

Sebelum mengoperasikan mesin tanam padi rice transplanter ada persyaratan lahan dan bibit yang harus dipenuhi, antara lain

Untuk lahan, syarat agar mesin tanam padi rice transplanter bekerja dengan baik adalah lahan dalam kondisi olah tanah sempurna atau melumpur sempurna.

Sedangkan untuk semaian, benih sebaiknya disemai pada tray bawaan mesin rice transplanter yang ukurannya  sudah pas dengan seedling tray di rice tranplanter. Adapun media yang dipakai dalam persemaian adalah tanah halus dicampur kompos dengan perbandingan 1 banding 1.

Pembuatan Semai padi untuk Rice Transplanter

Gunakan tray semai bawaan rice transplanter, setelahnya pada tray semai tersebut buat sekitar 2-3 cm untuk ketebalan media tanam. Setelah itu taburkan benih di atas media semai dengan prinsip serapat mungkin tetapi tidak bertumpuk. Setelah itu basahi tanah tersebut dengan sprayer agar posisi benih tidak bertaburan/berantakan dan rusak.

Benih yang siap tanam(dipindahkan) berkisar 15 – 20 hari semai atau secara fisik tinggi tanaman sekitar 15 cm.

Setelah syarat lahan dan bibit terpenuhi, maka proses penanaman bibit dengan rice transplanter dapat dilaksanakan. Adapun langkah mengoperasikan mesin tanam padi rice transplanter adalah sbb:

  1. Siapkan bibit di dalam tray dan rak yang tersedia pada rice transplanter
  2. Atur tuas hidrolik pada posisi sesuai dengan kedalaman lahan
  3. Atur Posisi tanda batas jarak tanaman pada rice transplanter untuk menandai jarak tanam antar baris tanaman.
  4. Nyalakan mesin, buat putaran mesin dikisaran 3100 – 3600 Rpm (pastikan posisi tuas utama pada posisi netral)
  5. Pindahkan tuas maju ke posisi “maju”
  6. Perlahan lahan tarik kopling / tuas utama ke posisi “on” untuk memulai pertanaman.
  7. Posisi operator berdiri tegak lurus memperhatikan “mascot” tengah agar hasil penanaman menjadi rapih dan baik
  8. Waktu yang dibutuhkan untuk menanam padi dengan luasan 1 Ha + 3 jam dengan tenaga kerja maximal 2 orang.

Demikian informasi tentang solusi tanam padi kekinian. Semoga tulisan ini dapat memberikan masukan kepada para petani dalam memecahkan masalah tanam padi yang tenaga kerjanya mulai berkurang, juga semoga tulisan  ini  dapat memberikan gambaran kepada kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan rice transplanter, tetapi belum dapat menggunakannya dengan alasan “sulit”, dan semogaa tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Ditulis Oleh,

Nama               : Pradoto Hutomo, SE, MM

NIP                   : 19790521 200912 1 001

Jabatan            : Widyaiswara Ahli  Muda