PAGAR ALAM – Sejuk dan asri, merupakan kesan pertama yang didapat ketika sampai di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Kota yang berjarak sekitar 298 km dari kota Palembang, memiliki iklim sejuk dengan segudang objek wisata alam dan sejumlah objek wisata sejarah. Kota ini berada di kaki gunung Dempo, terkenal dengan kebun teh nya sejak 1929 dengan luasan kurang lebih 1.500 hektar, ternyata banyak aktivitas yang bisa dilakukan di kota ini, salah satunya adalah petik jeruk!.
Masih belum banyak yang mengetahui, ternyata di pagar alam ada kebun jeruk yang luasnya puluhan hektar guys…dan usut punya usut, jeruk dari pagar alam ini sejak tahun 2019-2020 selalu menang di festival buah dan pertanian unggulan se Sumatera Selatan, wah wah wah.. keren banget…

Semakin penasaran ya, siapakah empunya jeruk ini ?? ternyata jeruk ini dibawa oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Azh-Zhaahir yang diketuai oleh Sidarhan Saini mempunyai 2 jenis jeruk unggulan yaitu Jeruk Gerga dan Jeruk Keprok Jenis Batu 55. P4S sendiri merupakan bentukan Kementerian Pertanian (Kementan) yang merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok.

Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mengoptimalkan peran P4S sebagai salah satu lembaga yang bersinergi dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) dari BPPSDMP untuk memberdayakan masyarakat tani di wilayahnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan saat ini kecukupan pangan menjadi tantangan semua lapisan masyarakat, “Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk tanam, olah tanah, panen , mengolah hasil, mendistribusikan hasil panen bersama, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, “Minimal dalam memenuhi kecukupan pangan masyarakat sekitarnya bahkan diharapkan dapat berkembang keskala yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani,” katanya.

Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung selaku UPT di bawah BPPSDMP bertugas sebagai pembina P4S di empat propinsi yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka Belitung, bersinergi bersama guna mengoptimalkan kebermanfaatan P4S di masyarakat luas. “Pembinaan terkait P4S di wilayah kerja BPP Lampung menjadi tupoksi kami, diharapkan kedepannya P4S-P4S ini semakin berkembang dan keberadaannya berdampak positif untuk masyarakat pada umumnya,” uajr Abdul Roni, Kepala BPP Lampung.