Septiana, S.P., M.P

Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung

Istilah pertumbuhan menarik diperbincangkan. Petani mengharapkan tanamannya tumbuh dengan baik dan sehat. Peternak menghendaki peliharaannya tumbuh sesuai fase dan dapat menikmat hasilnya, baik berupa daging, telur maupun hasil lainnya. Pekebun menginginkan tanaman yang dirawatnya tumbuh sampai batas yang menguntungkan dan diinginkan. Penyuluh diminta dan dikehendaki melalui upaya penyuluhannya dapat menumbuhkan kelembagaan petani dan membantu petani dalam memecahkan masalah petani yang terkait dengan usahataninya. Orang tua menghendaki putra putrinya tumbuh baik dan sehat.  Pengusaha menghendaki profit bisnis maupun omzetnya tumbuh dan berkembang.

Banyak hal dan kondisi yang bisa dipadankan dengan kata tumbuh. Konon tumbuh itu bisa dimaknai menghasilkan sesuatu yang baru, atau mencapai suatu kondisi yang disepakati. Dalam konteks budidaya, tumbuh ini berhubungan dengan hal yang dikehendaki dan tidak dikehendaki. Petani menghendaki pertumbuhan tanamannya normal dan lancar, sedangkan dia tidak menghendaki pertumbuhan gulma yang punya peran sebagai pengambil unsur hara tanah, penghambat pertumbuhan tanaman yang sekaligus dapat sebagai inang hama dan penyakit.

Mempredeksi pertumbuhan adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh petani dan penyuluh, tentu prediksi ini harus memiliki basis pondasi berupa data, dan mendapatkan data perlu pengamatan, evaluasi juga  analisa.  Konon banyak ekonomi negara di dunia morat marit selama pandemi Covid-19, mereka berusaha mewujudkan target pertumbuhan ekonomi realistis. Beberapa lembaga memprediksi pertumbuhan negeri kita 0 persen bahkan minus, kalimat ini terkesan biasa dan wajar angka nol dan minus tetap terlihat gagah karena di awali dengan kata pertumbuhan, padahal makna dibalik kalimat itu begitu menakutkan dan mengancam. Pertumbuhan nol itu artinya stagnan, dan pertumbuhan minus artinya mundur.

Pertumbuhan demikian tentu sangat merugikan bagi investor yang ingin investasi, bisa juga menguntungkan apabila investor dalam klausal investasinya mensyaratkan deal-deal yang memberi keuntungan bagi dirinya dalam bentuk selain bunga pinjaman tentunya. Dalam pertumbuhan demikian juga negara berusaha menjamin agar ekonomi tetap berjalan normal, tapi disisi lain daya beli masyarakat yang rendah, usaha banyak yang gulung tikar, pengangguran bertambah, serta beberapa sektor yang mati suri, belum lagi pembiayaan untuk penanggulangan Covid-19 yang tak kunjung juga usai, membuat keuangan negara menjadi kelimpungan.
Dalam kondisi ini pengurangan subsidipun dilakukan, pencetakan surat berharga demi tersedianya rupiah dan dolar segar, investor dirayu supaya mau datang dan tanam uang, bahkan pekerja asing diprioritaskan, padahal pribumi terus merintih akibat PHK dan pengangguran.

Ditengah kondisi negara yang saat ini sedang kelimpungan akibat wabah Covid-19, berdasarkan data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia menyatakan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,42 persen (Q to Q). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 20,15 persen. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV di Tahun 2020 yang mengalami penurunan dari 3.61 persen pada tahun 2019 menjadi 1.75 persern pada tahun 2020 (BPS, 2021).

Tentu hal ini tidak lepas dari peran penyuluh pertanian telah memainkan peranan penting dalam peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Merekrut atau mengadakan tenaga penyuluh pertanian sangat penting dalam melakukan penyuluhan kepada kelompok tani karena hal itu yang mereka butuhkan, dan secara tidak langsung keberadaan penyuluh dapat merubah perilaku petani untuk mencapai produktivitas pangan di Indonesia (Pricylia et al, 2018).

Penyuluh pertanian merupakan agen perubahan yang langsung berhubungan dengan petani. Fungsi utamanya yaitu mengubah perilaku petani dengan pendidikan non formal sehingga petani mempunyai kehidupan yang lebih baik secara berkelanjutan. Penyuluh dapat mempengaruhi sasaran dalam perannya sebagai motivator, edukator, dinamisator, organisator, komunikator, maupun sebagai penasehat petani  (Jarmie 2000).

Dalam proses penyuluhan pertanian diharapkan terjadi penerimaan sesuatu yang baru oleh petani yang disebut adopsi. Penerimaan disini mengandung arti tidak sekedar tahu, tetapi sampai benar-benar dapat melaksanakan atau menerapkan dengan benar serta menghayatinya dalam usahatani, misalnya jika teknologi produksi padi yang diajarkan penyuluh dapat diterapkan oleh petani maka akan terjadi peningkatan produksi.

Perjalanan pengembangan penyuluhan pertanian sejak dulu mengalami pasang surut dan liku-liku yang dinamik sesuai dengan perkembangan zaman dan berperan penting dalam pembangunan pertanian yang merupakan bagian dari pembangunan nasional serta merupakan proses transformasi dari pertanian tradisional menjadi pertanian tangguh yang mampu memanfaatkan sumber daya secara optimal, mampu melakukan penyesuaian diri dalam pola dan struktur produksinya terhadap perubahan sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan petani yang secara tidak langsung sebagai agen pemakmur bumi.

Kondisi petani masih lemah dalam banyak aspek, sementara tantangan yang dihadapi semakin berat, untuk itu diperlukan kegiatan penyuluhan dan peran penyuluh  yang makin intensif, berkesinambungan dan terarah. Peran penyuluhan pertanian harus berada dalam posisi yang strategis dimana dalam penyelenggaraannya terkoordinir dengan baik dan bisa berjalan efektif dan efisien. Petani perlu mendapatkan inspirasi yang terbaru agar tumbuh motivasi dan gairah usaha dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi dalam upaya peningkatan produksi yang diinginkan.

Penyelenggaraan penyuluhan pertanian akan berjalan dengan baik apabila ada persamaan persepsi antara penyuluh dan petani serta pihak-pihak yang berkepentingan. Penyuluhan pertanian yang dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, harus jelas memiliki keserasian dan persamaan tujuan antar susunan pemerintah tersebut sehingga mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang dihadapi petani selama ini.

 

Pustaka

 Pricylia et al. 2018. Potensi Pengembangan Sumber Daya Manusia Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Sigi. J. Agroland 25 (1) :46-57, 8 September 2020.

Jarmie MJ. 2000. Peranan Ilmu Penyuluhan Menuju  Pembangunan Pertanian yang Berwawasan Agribisnis dalam Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani. IPB. Bogor.

Sundari, Hamid A, Nurliza Y. Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Usahatani Di Kabupaten Pontianak.  Universitas Tanjungpura Pontianak. Jurnal Social Economic of Agriculture, Volume 4, Nomor 1, April 2015

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200805202034-4-177756/kebal-corona-pdb-pertanian-q2-2020-melesat-saat-pandemi. 06/03/2021

https://www.bps.go.id/website/materi_ind/materiBrsInd-20210205095341.pdf. 09/03/2021