Bengkulu-Dalam rangka resonansi petani millenial sebagai regenerasi petani di Provinsi Bengkulu, dilakukan koordinasi oleh pihak BPP Lampung sebagai PIC terkait percepatan Jaringan Pertanian Nasional (JPN) di Provinsi bengkulu bersama dengan pihak Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu. Sebagai sektor yang merupakan penyokong terbesar pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu (28,65 persen), sudah seharusnya sektor pertanian mendapatkan perhatian lebih terhadap keberlanjutannya. 

Berbicara mengenai keberlanjutan, tentu saja berkaitan dengan jumlah petani. Hal ini penting karena para petani lah komponen utama yang dapat menggerakkan sektor pertanian. Generasi milenial memiliki kedudukan strategis untuk dikembangkan kapasitasnya, sehingga dapat berfungsi sebagai pengungkit yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional khususnya pembangunan pertanian.

Kementan siap menggaungkan petani millenial menjadi salah satu bentuk motivasi untuk merangkul dengan fokus mengembangkan pertanian berkelanjutan dapat mempercepat regenerasi petani dengan meningkatkan peran generasi muda pertanian, dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor, sehingga petani-petani muda lainnya juga dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan dalam pembangunan pertanian.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meyakini usaha dan kredibilitas generasi muda di bidang pertanian saat ini semakin berkembang. “Saya makin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang merupakan penanggungjawab program Regenerasi Petani di Kementan, bahwa dimasa terjadinya wabah Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm (produksi) untuk menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian.

“Sudah saatnya pembangunan pertanian dilanjutkan oleh generasi milenial yang saat ini semakin cerdas dalam mencari peluang bisnis, mereka yang telah terjun dan mencintai dunia pertanian/peternakan akan semakin menguasai bagaimana mengembangkan pertanian/peternakan mulai dari hulu sampai hilirnya menjadi peluang bisnis,” tegas Dedi.

Terkait peran petani muda dalam mengembangkan Kopi Bengkulu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricki Gunawan meminta generasi millenial di bengkulu harus dapat berkontribusi dengan gaya milenialnya, baik pada sisi pemasaran maupun pada sisi pembudidayaannya. Bagaimana anak muda, sebagai petani milenial dapat membudidayakan kopi, pengelolaan pasca panen dengan teknologi serta dengan pendekatan produktifitas yang tinggi,” ujarnya. Sektor pertanian dalam hal ini juga berfungsi sebagai penyangga ketahanan nasional baik di bidang ekonomi, politik maupun keamanan.

Sehubungan dengan hal itu lah petani milenial di Bengkulu juga harus dapat mengambil peran.

Sesungguhnya, orang tua yang berprofesi sebagai petani apabila berhasil menyekolahkan anak-anaknya dari hasil bertani merupakan suatu hal yang hebat. Apalagi bekerja pada sektor pertanian di tengah pandemi covid 19 ini sangat menjanjikan hanya sektor pertanian yang tetap berkembang di banding sektor lainnya. Hasil produksinya pasti dibutuhkan dalam artian pasarnya tidak akan habis. Bahkan semakin berkembang.

Sementara Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung sebagai salah satu UPT vertikal Kementan, Abdul Roni Angkat mengungkapkan, BPP Lampung berkomitmen mendukung penuh program Kementan terutama dalam regenerasi petani demi mewujudkan pertanian maju mandiri dan modern.

Pengawalan dan pendampingan terkait resonansi Jaringan Pertanian Nasional (JPN) di Provinsi Bengkulu yang dilakukan ini merupakan salah satu wujud fasilitasi keberpihakan BPP Lampung sehingga “Petani millenial menjadi agropreneur dalam membantu pergerakan perekonomian rakyat khususnya petani, sekaligus membantu ketahanan pangan nasional. Petani mileneal merupakan harapan dan semangat dalam rangka eksistansi sektor pertanian di negara Indonesia”, ucap Roni ditemui saat melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu (15/10).

.