HASIL menggembirakan diraih petani Poso saat panen. Hal ini tidak terlepas program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (READSI) Kementerian Pertanian, serta pendampingan dan pemantauan yang dilakukan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung. Kali ini, READSI mampu meningkatkan produksi pertanian di Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hasil ubinan yang didapat mencapai 6,4 ton Gabah Kering Panen per hektar.

Hasil positif itu diapresiasi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). “Di tengah masalah ekonomi dan ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19, pemerintah akan terus mengawal dan menjaga ketersediaan pangan nasional. Hal itu sebagai upaya untuk menjaga agar ketahanan pangan Indonesia tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutur Mentan.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, hal ini ditindaklanjuti melalui Program READSI. “Dan terbukti, dengan READSI produksi pertanian bisa ditingkatkan. Dan ini sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Dedi dalam keterangannya, Jumat (23/7).

Peningkatan produksi pertanian di Poso disampaikan Ketua Kelompok Tani READSI Sapa, Andreas Ma’it. “Bulan Juli ini kami sangat bersyukur karena berdasarkan hasil ubinan, kami dapat mencapai panen padi 6,4 ton Gabah Kering Panen per hektare,” ujar Andreas.

Menurutnya, panen menggembirakan ini tidak lepas dari hadirnya Program READSI. Selama mendapatkan Program READSI, Andreas dan petani padi lainnya mendapatkan bimbingan teknologi budidaya padi yang dapat meningkatkan hasil produksi padi.

Andreas merupakan Ketua Kelompok Tani READSI Sapa, binaan Ari Pasongka, Penyuluh Pertanian Desa Pamona Puselemba. Ia mengatakan, kesuksesan kali ini juga tidak lepas dari dukungan Fasilitator daerah READSI, Netaria Perabu.

Andreas menambahkan, hasil panen lebih dari 6 ton per ha ini merupakan hasil praktik budidaya padi dengan menggunakan varietas padi Inpari 42. Sistem tanam menggunakan Sistem Jajar Legowo, Penerapan Pupuk Berimbang, Pengendalian OPT Secara Tepat serta Memanfaatkan Musuh Alami.

“Kami juga berterima kasih, karena kami juga mendapatkan bantuan berupa Benih, Pupuk dan pestisida, sehingga kami lebih bersemangat untuk ke sawah. Terima kasih READSI,” tutup Andreas