Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Saat ini, generasi milenial masih terus dijadikan sebagai target utama dan penting untuk mendongkrak kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) terutama di bidang pertanian. Upaya penumbuhan petani milenial yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian merupakan salah satu strategi untuk menjamin tercapainya ketahanan pangan nasional. Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementan menggelar Pelatihan Teknis Pertanian di Lampung demi mencetak petani millenial yang unggul baik secara kompetensi dan softskillnya.

Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) bersama dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan teknis tematik terkait Pembuatan Pupuk Organik. Kegiatan ini diselenggarakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Metro Lestari Kota Metro, Provinsi Lampung yang merupakan binaan Bapeltan Lampung. Tidak lupa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Bapeltan Lampung, Abdul Roni Angkat, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Hery Wiratno, serta peserta pelatihan, yaitu petani milenial yang berasal dari Kota Metro, Provinsi Lampung.

Kepala Bapletan Lampung, Abdul Roni Angkat, pada sambutan pembukaan acara tersebut, menerangkan bahwa Bapeltan Lampung sebagai salah satu UPT Kementan siap mensupport penumbuhan petani milenial di bidang pertanian sebab dianggap memiliki jiwa yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga tak terlalu kaku dalam melakukan identifikasi dan verifikasi teknologi utamanya dalam bidang pertanian. Selain itu, pelatihan teknis ini sangat penting karena sekaligus menjadi kegiatan sosialisasi pentingnya penggunaan pupuk organik  yang harus terus dilakukan dalam budidaya. Penggunaan pupuk organik sendiri lebih ramah lingkungan daripada pupuk sintetis. Pupuk ini juga akan memperkaya tanah dengan mikroorganisme yang bermanfaat serta akan membantu memperbaiki struktur tanah. Hal ini akan membuat tanah lebih mampu menyimpan unsur hara. Selain itu, pupuk organik bekerja dengan tanah untuk membangun nutrisi dan memberi makan tanaman sehingga penggunaan pupuk organik sangat bermanfaat ke depannya,” ujar Roni.

Dedi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) mengajak penyuluh dan petani memaksimalkan pemakaian pupuk organik, meningkatkan kualitas tanaman dan kuantitas hasil panen.

Hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang kerap mengingatkan petani agar tidak terlalu bergantung pada pupuk buatan karena berpeluang mengikis biaya operasional bercocok tanam.

“Jangan terlalu bergantung pada pupuk kimia. Pupuk organik lebih bagus. Petani harus belajar dan membiasakan tidak bergantung pada subsidi pupuk, walau pemerintah selalu menyediakan anggaran besar pupuk subsidi untuk petani,” kata Mentan Syahrul dalam setiap kesempatan jumpa petani dan penyuluh melalui virtual atau off air pada kunjungan kerja di daerah.

Upaya mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergitas dan konsolidasi dengan berbagai elemen pertanian sangat diperlukan, salah satunya melalui penyelenggaraan teknis pertanian pembuatan pupuk organik. (feni)