PALEMBANG: Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, melaksanakan Pelatihan Teknis Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dengan pelatihan ini, Kementan berharap petani bisa menggenjot produktivitas komoditas cabe merah. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan peoduktivitas harus dilakukan.

“Karena dengan peningkatan produktivitas, petani bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan hal serupa.

“Peningkatan produktivitas adalah kunci untuk menjaga ketahanan pangan. oleh karena itu, kita akan terus berupaya agar seluruh komoditas bisa ditingkatkan produktivitasnya,” katanya.

Kecamatan Pedamaran sendiri merupakan daerah andalan dalam pengembangan komoditas cabe merah di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang dibuka secara resmi pada Kamis, (16/9/2021), diikuti oleh 25 orang petani cabe merah yang berada di kecamatan Pedamaran. 

Kegiatan yang dilaksanakan hingga Sabtu (18/09/2021), juga dihadiri Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir, Joko Sutanto.

Menurut Joko, Pedamaran merupakan sentra andalan pengembangan  komoditas cabe merah, namun efek perubahan iklim ditambah dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, sangat mempengaruhi kualitas cabe merah yang dihasilkan.

“Faktor cuaca yang berubah ubah ini sangat mempengaruhi kualitas cabe merah yang dihasilkan, terutamanya penurunan mutu dan jumlah hasil panen akibat serangan hama dan penyakit pada tanaman cabe merah,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Joko menyampaikan terimakasih ke Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung yang telah menyelenggaran kegiatan Pelatihan Teknis Pengendalian OPT bagi Non Aparatur.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, Bapak semua mampu melakukan upaya upaya untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe merah miliki Bapak semua,” tutur Joko.

Pelatihan sendiri menghadirkan widyaiswara dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung, petani cabe merah yang mempunyai pengalaman sukses dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi dan juga Aktivitis penggerak pertanian ramah lingkungan.