Visi :

Bandar Lampung – Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian, adalah peningkatkan kompetensi petani dan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pembangunan pertanian.

Melalui kunjungan kerja, Jum’at (21/01/2022), Kementerian Pertanian memberikan dukungan dan motivasi kepada penyuluh pertanian Kabupaten Lampung Selatan.

Kunjungan kerja Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian yang didampingi oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan,

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan SDM pertanian harus dilakukan.

“Jika kita ingin meningkatkan produktivitas atau mengembangkan pertanian, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembangkan dahulu kualitas SDM. Hal itu bisa dilakukan melalui peningkatan kompetensi petani dan penyuluh pertanian terutama dalam memanfaatkan teknologi informasi pertanian,” katanya.

Pada kunjungan ini, Kepala Badan PPSDMP yan didampingi oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, disambut sukacita oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Bidang Penyuluhan, Koordinator Penyuluh dan Kepala UPT, Penyuluh dan petani yang berada di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto, menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian Kementerian Pertanian, terutama atas bantuan rehabilitasi bangunan kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sidomulyo.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada Kementerian Pertanian atas perhatiannya, sehingga Rehab bangunan kantor BPP Sidomulyo dapat diselesaikan dengan sangat baik. Alhamdulillah kami dapat kembali menggunakan BPP ini dengan aman dan nyaman. Mudah- mudahan kami dapat memberikan pelayanan penyuluhan yang optimal dalam rangka mendukung pembangunan pertanian” demikian sambutan Bibit sebelum arahan dari Kepala BPPSDMP.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi nampak senang sekali dapat bertemu dan berdialog dengan para petani dan penyuluh pertanian kecamatan Sidomulyo dan sekitarnya.

“Saya sangat senang sekali, dapat bertemu dengan para petani dan penyuluh pertanian sekalian. Terlebih lagi pertemuan ini dilaksanakan di BPP Sidmulyo yang keadaannya sudah sangat baik setelah dilakukan renovasi” demikian Dedi membuka pembicaraan.

Dalam arahannya, Dedi menyampaikan bahwa pertanian pembangunan pertanian kuncinya ada di SDM-nya. Bukan pupuk, bukan alsintan, bukan irigasi, bukan bibit, melainkan sumber daya manusia pertanian yang berkompetensi, yang tangguh, yang mampu memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan produktivitas usahataninya.

“Negara Indonesia maju diawali dengan majunya sektor pertanian yang menjamin ketersediaan pangan bagi penduduknya. Kenapa negara-negara subtropis dapat mengekspor bahan makanan? termasuk ke Indonesia? Padahal mereka tidak mempunyai kecukupan sinarmatahri yang merupakan syarat wajib untuk tanaman dapat tumbuh dengan baik? Jawabannya, karena mereka mempunyai sumber daya manusia yang mampu mengelola keterbatasan keadaan iklim, sehingga mereka dapat menumbuhkan tanaman sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut! Begitu Saudara- Saudaraku sekalian pentingnya peningkatan kualitas SDM Pertanian!” tegas Dedi Nursyamsi.

Dedi juga menyampaikan petani dan penyuluh pertanian sekarang harus mampu memanfaatkan dan menerapkan teknologi pertanian. Solusinya untuk pertanian maju adalah smart farming. Bertani dengan penggunaan teknologi dan Internet of Things.

Pada kesempatan ini pula, Kepala BPPSDMP yang saat itu mengenakan tukkus, yaitu penutup kepala khas Lampung, juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian memiliki beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) salah satunya adalah Balai Pelatihan Pertanian Lampung.

Balai Pelatihan Pertanian Lampung merupakan UPT dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang memiliki tugas da fungsi untuk menyelenggarakan pelatihan fungsional dan pelatihan teknis di bidang pertanian khususnya tanaman pangan dan hortikultura dataran rendah.

“Para Petani dan Penyuluh dapat belajar tentang Smart Farming dan Penggunaan IoT di Balai Pelatihan Pertanian Lampung!” demikian Dedi Nursyamsi menutup pembicaraannya. (Ags/Sft).

Salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk mengembangkan pertanian adalah memaksimalkan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Termasuk mentransformasikan BPP menjadi BPP Kostratani.

Di Bangka Tengah, penguatan tersebut didukung dengan dibangunnya Agricultural Operation Room (AOR), yang menjadi pusat informasi data pertanian di 6 BPP yang berada di kabupaten Bangka Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian yang maju, mandiri, modern berbasis manajemen teknologi informasi, harus dapat diwujudkan.

Untuk mendukung hal itu, Kementan membentuk Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang diharapkan mampu memperkuat produksi dan koordinasi stakeholder pertanian seperti penyuluh, petani dan pelaku usaha di tingkat lapangan melalui media digital.

“Ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pendekatan baru yang lebih modern dan dirasa sesuai dengan perkembangan jaman,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan digitalisasi juga semakin penting dan merubah kebiasaan masyarakat, bahkan menjadi lebih produktif mengharuskan Kementan turut berinovasi.

“Salah satu program utama kementan yaitu Kostratani dimana BPP menjadi sarana penghubung bagi petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian secara digital,” tegas Dedi Nursyamsi.

Bangka Tengah menjadi salah satu Kabupaten yang merespon positif kegiatan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya Agricultural Operation Room (AOR) sebagai pusat informasi data pertanian di 6 BPP yang berada di kabupaten Bangka Tengah yaitu BPP Namang, BPP Simpangkatis, BPP Lubuk Besar, BPP Sungai Selan, BPP Pangkalan Baru, dan BPP Koba.

Peresmian AOR BPP Namang menjadi gerbang awal terbukanya digitalisasi koordinasi antar stakeholder pertanian di Bangka Tengah.

Gedung AOR diresmikan langsung Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, ST, didampingi oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Dr. Abdul Roni Angkat, ST, M.Si, serta dihadiri oleh Direktur Irigasi Ditjen PSP, Karantina Pertanian.

Selain diresmikan secara simbolis juga dilakukan zoom meting antara Bupati Bangka Tengah di BPP Namang dan pegawai Bapeltan Lampung di Lampung.

“Bangka Belitung selama ini masuk wilayah kerja Bapeltan Lampung yang terjauh, namun dengan adanya AOR ini diharapkan nantinya dapat mempermudah koordinasi dan penderasan inforamsi antara widyaiswara dengan penyuluh dan petani,” ujar Roni Angkat.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah, Edi Romdhoni, ST., MM juga sepakat bahwa AOR ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi BPP untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

“AOR ini diharapkan bisa menjadi jembatan dalam koordinasi secara digital dan mampu menjadi gerbangnya terkusus 6 BPP yang saat ini sudah berada,” pungkas Edi Romdhoni.[TIM]

Bengkulu-Dalam rangka resonansi petani millenial sebagai regenerasi petani di Provinsi Bengkulu, dilakukan koordinasi oleh pihak BPP Lampung sebagai PIC terkait percepatan Jaringan Pertanian Nasional (JPN) di Provinsi bengkulu bersama dengan pihak Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu. Sebagai sektor yang merupakan penyokong terbesar pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu (28,65 persen), sudah seharusnya sektor pertanian mendapatkan perhatian lebih terhadap keberlanjutannya. 

Berbicara mengenai keberlanjutan, tentu saja berkaitan dengan jumlah petani. Hal ini penting karena para petani lah komponen utama yang dapat menggerakkan sektor pertanian. Generasi milenial memiliki kedudukan strategis untuk dikembangkan kapasitasnya, sehingga dapat berfungsi sebagai pengungkit yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional khususnya pembangunan pertanian.

Kementan siap menggaungkan petani millenial menjadi salah satu bentuk motivasi untuk merangkul dengan fokus mengembangkan pertanian berkelanjutan dapat mempercepat regenerasi petani dengan meningkatkan peran generasi muda pertanian, dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor, sehingga petani-petani muda lainnya juga dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan dalam pembangunan pertanian.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meyakini usaha dan kredibilitas generasi muda di bidang pertanian saat ini semakin berkembang. “Saya makin percaya anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang merupakan penanggungjawab program Regenerasi Petani di Kementan, bahwa dimasa terjadinya wabah Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm (produksi) untuk menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian.

“Sudah saatnya pembangunan pertanian dilanjutkan oleh generasi milenial yang saat ini semakin cerdas dalam mencari peluang bisnis, mereka yang telah terjun dan mencintai dunia pertanian/peternakan akan semakin menguasai bagaimana mengembangkan pertanian/peternakan mulai dari hulu sampai hilirnya menjadi peluang bisnis,” tegas Dedi.

Terkait peran petani muda dalam mengembangkan Kopi Bengkulu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricki Gunawan meminta generasi millenial di bengkulu harus dapat berkontribusi dengan gaya milenialnya, baik pada sisi pemasaran maupun pada sisi pembudidayaannya. Bagaimana anak muda, sebagai petani milenial dapat membudidayakan kopi, pengelolaan pasca panen dengan teknologi serta dengan pendekatan produktifitas yang tinggi,” ujarnya. Sektor pertanian dalam hal ini juga berfungsi sebagai penyangga ketahanan nasional baik di bidang ekonomi, politik maupun keamanan.

Sehubungan dengan hal itu lah petani milenial di Bengkulu juga harus dapat mengambil peran.

Sesungguhnya, orang tua yang berprofesi sebagai petani apabila berhasil menyekolahkan anak-anaknya dari hasil bertani merupakan suatu hal yang hebat. Apalagi bekerja pada sektor pertanian di tengah pandemi covid 19 ini sangat menjanjikan hanya sektor pertanian yang tetap berkembang di banding sektor lainnya. Hasil produksinya pasti dibutuhkan dalam artian pasarnya tidak akan habis. Bahkan semakin berkembang.

Sementara Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung sebagai salah satu UPT vertikal Kementan, Abdul Roni Angkat mengungkapkan, BPP Lampung berkomitmen mendukung penuh program Kementan terutama dalam regenerasi petani demi mewujudkan pertanian maju mandiri dan modern.

Pengawalan dan pendampingan terkait resonansi Jaringan Pertanian Nasional (JPN) di Provinsi Bengkulu yang dilakukan ini merupakan salah satu wujud fasilitasi keberpihakan BPP Lampung sehingga “Petani millenial menjadi agropreneur dalam membantu pergerakan perekonomian rakyat khususnya petani, sekaligus membantu ketahanan pangan nasional. Petani mileneal merupakan harapan dan semangat dalam rangka eksistansi sektor pertanian di negara Indonesia”, ucap Roni ditemui saat melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu (15/10).

.

LAMPUNG — Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung  berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian dan kawalan teknologi pertanian. Kolaborasi itu tertuang melalui Perjanjian Kerja sama (PKS) yang ditandatangani kedua belah pihak.

Menurut  Kepala BPP Lampung Abdul Roni Angkat kerja sama yang dijalin dengan ITERA ini sesuai dengan arahan pimpinan Kementerian Pertanian untuk berkolaborasi dengan semua pihak dalam upaya melakukan peningkatan SDM petani dan terobosan modernisasi pertanian.

“Dengan PKS ini, BPP Lampung dan ITERA dapat berkolaborasi dalam Pengembangan model-model Pertanian Modern yang implementatif dan menarik bagi generasi muda”, ujar Abdul Roni Angkat, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/10).

Penandatangan PKS dilakukan Kepala BPP Lampung Abdul Roni Angkat dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Itera Acep Purqon di Aula Itera(6/10). Acara tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Dies Natalis Itera yang ke-7.

Sebelum melakukan penandatanganan tersebut, telah didahului kerja sama antara kedua belah pihak telah dilakukan dalam pelatihan pertanian presisi yaitu berupa pengembangan Smart Greenhouse-Low Costdengan konsep high technologytapi dengan biaya murah dan mudah sehingga sangat cocok diaplikasikan di tingkat petani

Dengan bantuan teknologi IoT (Internet of Things) berupa sensor intensitas cahaya, kelembaban tanah, suhu dan pH tanah sehingga petani dapat memonitor kondisi tanaman dan memahami status kesehatan tanaman secara real time sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman.

Keunggulan dari modul sensor ini adalah mudah direplikasi dan alatnya pun mudah didapatkan sehingga kalau nantinya terdapat kerusakan maka pengguna dalam hal ini petani mudah membelinya karena ada di market place.

Menurut Abdul Roni, pelatihan tersebut sangat mudah diadopsi. Teknologi yang ditawarkan juga sangat mudah, praktis dan ekonomis sehingga dapat menekan biaya untuk input produks sehingga dapat diaplikasikan di usaha budidaya. Abdul Roni optimis pelatihan presisi ini menjadi role model atau percontohan bagi lembaga pelatihan ke depan untuk melaksanakan pelatihan yang berbasis modernisasi teknologi pertanian.

Sebagaimana diketahui saat ini Kementerian Pertanian RI terus berupaya melakukan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda guna mewujudkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) mendukung visi besar Indonesia maju.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam berbagai kesempatanm, selalu memberi arahan kepada jajarannya agar menjadikan peningkatkan kualitas SDM pertanian dan upaya membuat sektor pertanian lebih menarik dan menguntungkan bagi generasi muda sebagai prioritas yang harus terus dikerjakan.  Sebagai langkah strategisnya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), saat ini terus melakukan terobosan untuk melakukan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern

PENINGKATAN kualitas dan kapasitas SDM pertanian dilakukan Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung. Tepatnya melalui Pelatihan Presisi Smart Green House – Low Cost bagi petani dan penyuluh pertanian di Lampung. Pelatihan perdana ini akan berlangsung hingga Rabu (29/9) mendatang. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan dukungan untuk kegiatan tersebut.  “Perkembangan teknologi digital yang serbamodern ini menuntut petani untuk harus mengikuti perkembangkan teknologi dan beradaptasi guna menuju pertanian yang kreatif, inovatif dan mandiri,” kata Mentan. “SDM memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tersebut.

Oleh karena itu, Kementan akan terus berupaya mewujudkan SDM pertani yang melek teknologi,” tutur SYL. Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

“Jika ingin mengembangkan pertanian, maka yang harus dibenahi adalah sumber daya manusianya. Karena, Sumber daya manusia adalah faktor utama dalam peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Dedi dalam keterangan yang diterima Minggu (26/9).

Pelatihan Presisi Smart Green House – Low Cost sendiri dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat. Abdul Roni optimistis pelatihan ini akan menjadi role model atau ercontohan bagi lembaga pelatihan ke depan untuk melaksanakan pelatihan yang berbasis modernisasi teknologi pertanian.

Tujuan pelatihan yang diikuti 30 orang petani dan penyuluh pertanian yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, dan Tanggamus Provinsi Lampung ini adalah meningkatkan keterampilan peserta dalam memanfaatkan Internet of Things (IoT). 

“Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman dengan biaya yang murah dan ekonomis. Yaitu dengan penerapan IoT. Dengan bantuan teknologi IoT, petani dapat memahami status kesehatan tanaman secara realtime,” tutur Abdul Roni.

Ditambahkannya, Patihan Presisi Smart Green House – Low Cost ini merupakan salah satu cara untuk melatih peserta dalam pemanfaatan digitalisasi teknologi pertanian melalui smartfarming. Merawat tanaman di dalam green house menggunakan IoT.  

Dengan penggunaan IoT, petani dapat dengan mudah melakukan monitoring dan kontroling terhadap suhu udara, kelembapan tanah, kelembapan udara, serta distribusi air dan pupuk.

Abdul Roni optimistis pelatihan ini akan terus berlanjut ke hingga ke pelatihan selanjutnya. Pelatihan ini juga menghadirkan pelatih yang kompetensi di bidang smartfarming.  Selain Widyaiswara BPP Lampung, pelatihan ini juga menghadirkan dosen- dosen milenial dari Institut Teknologi Sumatera dari Program Studi Teknik Biosistem Industri. “Pelatihan ini sangat mudah diadopsi. Teknologi yang ditawarkan juga sangat mudah, praktis dan ekonomis sehingga dapat menekan biaya untuk input produksi. Sehingga dapat diaplikasikan di usaha budi daya Bapak Ibu sekalian,” jelas Abdul Roni lagi.

BANDAR LAMPUNG – Hasil membanggakan diraih Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung. Satuan Kerja di lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian ini, dinyatakan berintegritas. Hal tersebut dibuktikan diraihnya Sertifikat ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan oleh BPP Lampung.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi terhadap kesuksesan tersebut.

“Kementerian Pertanian, dan seluruh UPT lingkup Kementan, harus bebas dari KKN, dari suap dan lainnya. Kita harus menjadi lembaga yang bersih,” tuturnya.
 

Sertifikat ISO 37001:2016 untuk BPP Lampung diserahkan langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, kepada Kepala BPP Lampung, Abdul Roni Angkat, di Hotel Santika Garut pada Sabtu, (25/09/2021). 

Penyerahan sertifikat oleh Kepala BPPSDMP ini disaksikan oleh Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah dan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati.

“Sertifikat ISO 37001:2016 merupakan legalitas suatu lembaga atau organisasi yang telah dinyatakan lolos dan telah memenuhi standar manajemen pencegahan terhadap korupsi dan penyuapan,” tutur Dedi Nursyamsi. 

Sertifikasi ISO dirancang untuk membantu organisasi dalam menerapkan sistem manajemen anti korupsi dan suap. 

Standar ini juga membantu organisasi mencegah, mendeteksi dan menangani korupsi dan suap serta memberikan bimbingan yang berkaitan dengan pelaksanaan standar ini.

Untuk mewujudkan suatu instansi pemerintah yang transparan dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, maka sertifikasi ISO 37001:2016 merupakan suatu kebutuhan. 

“Pimpinan instansi harus berkomitmen untuk menjadikan instansinya menjadi instansi yang bebas korupsi dan bersih melayani masyarakat secara berkesinambungan,” ujar Dedi lagi.

Kepala BPP Lampung, Abdul Roni Angkat, sangat bahagia menerima penyerahan sertifikat ISO 37001. Sambil menunjukkan sertifikat ini, Abdul Roni menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian yang telah diterima BPP Lampung selama masa kepemimpinannya.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada seluruh pegawai BPP Lampung yang telah bekerja dengan baik sehingga kita layak untuk menerima sertifikat ini.” Demikian ucap Abdul Roni Angkat dengan sukacita.

Kebahagiaan itu bertambah dengan diumumkannya BPP Lampung sebagai satuan kerja dengan realisasi anggaran tertinggi, yang berada di posisi kedua dari 30 instansi di Lingkup BPPSDMP per 23 September 2021.

BANDAR LAMPUNG. Salah satu hal penting untuk dilakukan dalam pandemi Covid-19 adalah menjaga imunitas tubuh. Untuk menjaga agar kualitas pelayanan, Kementerian Pertanian turut menjaga imunitas SDM pertanian.

Hal ini dilakukan Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung melakukan kegiatan pemberian suplai imunitas berupa susu, vitamin, madu dan buah-buahan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, peran pertanian sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

“Menjaga kesehatan adalah kewajiban kita semua. Apalagi untuk pertanian. Karena, pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Hal serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Pertanian sangat dibutuhkan di masa ini. Karena pertanian yang baik akan membantu masyarakat mendapatkan imun yang baik. Imun ini yang dibutuhkan badan untuk menghadapi Covid-19,” katanya.

Kegiatan kegiatan pemberian suplai imunitas BPP Lampung, yang dikoordinir oleh Kepala Kasubbag Tata Usaha BPP Lampung, Leli Hartini, dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pembagian Suplai Imunitas diharapkan dapat menjaga kesehatan seluruh pegawai di BPP Lampung.

“Kami membagikan suplai imunitas berupa susu, vitamin, madu dan buah-buahan kepada seluruh karyawan dan karyawati BPP Lampung. Kami mengharapkan seluruh pegawai BPP Lampung selalu dalam keadaan sehat sehingga dapat terus bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing- masing. Memberikan pelayanan yang prima dalam melayani pengguna baik pengguna internal maupun eksternal,” Leli menjelaskan.

Kegiatan pembagian suplai imunitas ini dilaksanakan secara terpisah di masing- masing seksi, guna menghindari kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Walaupun dalam kondisi Pandemik, BPP Lampung tetap melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan pengguna layanan. Agar pelayanan yang diberikan tetap prima, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan seluruh karyawan di BPP Lampung. Diantaranya dengan terus menerapkan protokol kesehatan dan Pemberian Suplai Imunitas,” ucap pejabat struktural yang merangkap Pejabat Pembuat Komitmen di BPP Lampung ini

PALEMBANG: Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, melaksanakan Pelatihan Teknis Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dengan pelatihan ini, Kementan berharap petani bisa menggenjot produktivitas komoditas cabe merah. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan peoduktivitas harus dilakukan.

“Karena dengan peningkatan produktivitas, petani bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan hal serupa.

“Peningkatan produktivitas adalah kunci untuk menjaga ketahanan pangan. oleh karena itu, kita akan terus berupaya agar seluruh komoditas bisa ditingkatkan produktivitasnya,” katanya.

Kecamatan Pedamaran sendiri merupakan daerah andalan dalam pengembangan komoditas cabe merah di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang dibuka secara resmi pada Kamis, (16/9/2021), diikuti oleh 25 orang petani cabe merah yang berada di kecamatan Pedamaran. 

Kegiatan yang dilaksanakan hingga Sabtu (18/09/2021), juga dihadiri Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir, Joko Sutanto.

Menurut Joko, Pedamaran merupakan sentra andalan pengembangan  komoditas cabe merah, namun efek perubahan iklim ditambah dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, sangat mempengaruhi kualitas cabe merah yang dihasilkan.

“Faktor cuaca yang berubah ubah ini sangat mempengaruhi kualitas cabe merah yang dihasilkan, terutamanya penurunan mutu dan jumlah hasil panen akibat serangan hama dan penyakit pada tanaman cabe merah,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Joko menyampaikan terimakasih ke Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung yang telah menyelenggaran kegiatan Pelatihan Teknis Pengendalian OPT bagi Non Aparatur.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, Bapak semua mampu melakukan upaya upaya untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe merah miliki Bapak semua,” tutur Joko.

Pelatihan sendiri menghadirkan widyaiswara dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung, petani cabe merah yang mempunyai pengalaman sukses dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi dan juga Aktivitis penggerak pertanian ramah lingkungan.

BELITANG: Sumatera Selatan menjadi salah satu lokasi Program Food Estate yang merupakan sentra pengembangan kawasan lumbung pangan di Indonesia. Sumatera Selatan juga merupakan salah satu wilayah Binaan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian.

Sebagai salah satu lokasi program Food Estate yang sangat didukung oleh pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, titik fokus yang harus menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia pertaniannya. 
Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung membuktikan dukungannya terhadap upaya peningkatan SDM Pertanian melalui pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Kesuburan Lahan.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan telah dibuka pada Kamis, (17/09/2021) lalu.

Pelatihan yang direncanakan selama tiga hari ke depan ini, diikuti oleh 32 petani yang terdiri dari pengurus kelompok tani dan calon pengurus Korporasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
“Food Estate akan menjadi sentra ekonomi baru di wilayah pengembangannya. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Komoditasnya sangat beragam dengan value ekonomi besar. Intinya, Food Estate akan terus mendongkrak perekonomian masyarakat selain lumbung pangan nasional,” papar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan, sebagai bentuk dukungan keberlangsungan Food Estate, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan BPPSDMP. “Di antaranya dengan menggelar pelatihan bagi penyuluh, petugas lapangan dan juga untuk petani serta generasi milenial yang memiliki minat untuk menekuni sektor pertanian,” kata Dedi. 

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Basyumi. Menurutnya, sebagai lumbung pangan padi di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten OKU Timur memfokuskan materi pelatihan pada kesuburan lahan. Harapannya, dengan pengelolaan lahan yang tepat dapat mengembalikan kesuburan lahan, sehingga dapat menopang tumbuhnya tanaman dengan baik dan produksinya dapat berkelanjutan. “Intinya lahan yang subur dapat menjamin keberlangsungan pangan di Indonesia,” demikian sambutan Basyumi.

Widyaiswara BPP Lampung, Hasan Basri dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan pengelolaan kesuburan lahan pada kawasan Food Estate yang diproyeksikan sebagai penyedia pangan untuk masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, Hasan Basri mengajak para penyuluh pertanian dan petugas pertanian lainnya yang ada di Kecamatan Belitang III dan sekitarnya untuk turut mengikuti proses pembelajaran pada Pelatihan Pengelolaan Kesuburan Lahan ini.

“Pada pelatihan ini, silakan teman-teman penyuluh dan petugas pertanian lainnya untuk ikut mengikuti pelatihan ini. Karena setelah pelatihan ini selesai, proses pendampingan kepada petani harus tetap dilaksanakan,” demikian Hasan Basri menegaskan.

Tak lupa Hasan Basri juga mengingatkan bahwa hasil belajar pada pelatihan ini harus diterapkan pada praktik budidaya di lahan sawah masing-masing. Sebagai informasi materi pada pelatihan di BPP Belitang III ini antara lain Pengelolaan Hara Tanah Sawah, Pengelolaan Hara Lahan Kering, Pembuatan Mikroorganisme Lokal, Pembuatan Kompos, Teknik Pengambilan Contoh Tanah dan Penggunaan PUTS

BANYUASIN: Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, bersama Komisi IV DPR RI, menggelar Kegiatan Pelatihan Teknis Hortikultura Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah.

Pelatihan bagi petani cabai merah dan bawang merah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Suak Tapeh Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan, sektor pertanian di masa yang akan datang tidak bisa diolah dengan cara biasa. Namun harus dikerjakan dengan cara yang serba baru dan lebih modern.

“Dengan Covid-19 ini, kita semakin menyadari bahwa pertanian tidak boleh lagi diolah dengan cara yang biasa.Harus ada innovasi dan ide-ide kreatif dalam mengelola pertanian,” tutur Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menuturkan bahwa SDM pertanian sebagai subjek pembangunan perlu mendapat prioritas program pembangunan pertanian.

“Sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan seperti ini,” ujar Dedi.

Pelatihan Teknis Hortikultura Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah yang dilaksanakan selama dua harim merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI ditujukan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh petani.

Hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi IV DPR RI, Riezky Aprilia, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banyuasin, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, Camat Suak Tapeh dan Kepala BPP Suak Tapeh.

“Pemerintah atas kesepakatan dengan DPR RI menyelenggarakan Pelatihan bagi Petani. Program ini adalah program aspirasi anggota DPR untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat khususnya dibidang pertanian,” ujar Riezky, Selasa (7/9/2021).

Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat, memaparkan memaparkan bahwa peluang bisnis cabai merah dan bawang merah masih sangat terbuka lebar.

“Dengan pelatihan  ini, petani dibekali dengan teknologi teknologi on-farm dengan harapan produksi dan produktivitas komoditas cabe merah dan bawang merah dapat terjaga ketersediaannya. Mengingat cabai dan bawang merah masih menjadi primadona saat ini, harapannya petani Banyuasin bisa turut menikmati keuntungan berbisnis cabai merah dan bawang merah,” tambah Roni.

Buka Chat
Butuh Bantuan?
Hallo
Selamat Datang di BPP Lampung
Ada yang bisa Kami bantu ?