BANDAR LAMPUNG: Balai Pelatihan Pertanian Lampung (BPP) menutup sesi offline pelaksanaan Pelatihan Kewirausahaan Nasional bagi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. Lewat kegiatan ini, BPP Lampung turut menghidupkan eksistensi petani milenial dan petani andalan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan peran petani milenial sangat dibutuhkan.

“Masa depan pertanian ada di tangan petani milenial. Mereka yang akan membawa pertanian Indonesia ke rah yang lebih baik,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan hal serupa.

“Lewat petani milenial dan pelatihan andalan ini, kita harapkan muncul terobosan dan inovasi yang pastinya bisa mengangkat pertanian Tanah Air,” katanya.

Sesi offline Pelatihan Kewirausahaan Nasional bagi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan yang dilaksanakan, BPP Lampung, dihadiri Koordinator Kelompok Program dan Kerjasama Pelatihan, Ramadani Saputra, dan Kepala Balai Pelatihan Lampung, Abdul Roni Angkat. Kegiatan ini diikuti 100 orang peserta.

Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa peserta pelatihan yang ikut sesi offline ini sangat beruntung.

“Bapak Ibu semua telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai Duta Petani Milenial (DPA) dan Duta Petani Andalan (DPA)! Dan Bapak Ibu sekalian diberi kesempatan untuk menghadiri kegiatan pelatihan secara tatap muka langsung di Balai Pelatihan Pertanian Lampung!” tuturnya.

Abdul Roni Angkat mengharapkan agar setelah kembali ke daerah masing- masing, peserta dapat mengembangkan dan memperkuat usahatani dan kelembagaan taninya.

Kedepan, Kepala Balai alumnus Institut Pertanian Bogor mengharapkan dengan kemandirian dan ketangguhan baik usahatani dan kelembagaannya, DPA  dan DPM yang menjadi peserta pelatihan ini dapat terus mengembangkan usahanya hingga ke kancah Internasional.

“Potensi ke depannya, Bapak Ibu dapat dijadikan sebagai narasumber dan praktisi dalam memotivasi calon calon pengusaha pertanian milenial lainnya. Sehingga ketuk tular keberhasilan pertanian dapat berkembang dan meluas ke seluruh wilayah Indonesia!” demikian Abdul Roni sebelum menutup secara resmi kegiatan pelatihan sesi offline.

Dalam kesempatan ini, perwakilan peserta yang diwakili oleh Warjito, Duta Petani Andalan dari Lampung Barat, menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini, sangat bermanfaat terutama dalam berbagi pengalaman dan menambah wawasan dalam pengembangan usahatani yang mereka kembangkan di daerah masing-masing.