Pelatihan Petani dan Penyuluh yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP, turut difasilitatori oleh BPP Lampung. Pelatihan yang dibuka Presiden Joko Widodo, 6 Agustus 2021, akan berlangsung hingga 14 Agustus 2021.
Lewat pelatihan ini, diharapkan hadir sumber daya manusia pertanian yang berkompeten menghadapi tantangan dan perubahan cepat pada era industri 4.0.
Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat membuka pelatihan secara virtual,  mengatakan petani dan kelompok tani diharapkan dapat menggarap sektor hulu hingga hilir baik on-farm maupun off-farm.
“Kita harus tahu persaingan produk pertanian sekarang sudah lintas negara. Petani Indonesia harus kompetitif dalam keterampilan teknis, pemanfaatan model bisnis, model bisnis dan manajemennya,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan sektor pertanian sangat strategis untuk ketahanan perekonomian bangsa dan negara. Oleh karena itu, perlu upaya seluruh jajaran untuk dapat bersama-sama mengelola pertanian di setiap daerah mulai dari desa hingga nasional.
“Pertanian sangat menjanjikan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat,” tandasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan bahwa Kementan tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian.
“Pertanian posisinya penting bagi ketahanan pangan. Secara bisnis, pertanian juga sangat kompetitif dan tidak terpengaruh Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah BPPSDMP, ikut mendukung pelatihan wirausaha pertanian bagi petani milenial.
Kepala BPP Lampung, Abdul Roni, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum yang sangat berharga untuk para petani, penyuluh dan petani milenial.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian dari 18 kegiatan pelatihan yang diikuti oleh petani dan penyuluh di seluruh Indonesia. Saat ini telah terdaftar lebih dari 1,5 juta peserta petani dan penyuluh serta 2.000 petani milenial.
Abdul Roni Angkat menyampaikan,  pelatihan yang dilaksanakan pada Gelombang III ini menghadirkan pemateri yang berasal dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Pusat Penyuluhan Pertanian dan Bank Rakyat Indonesia.
“Alhamdulillah, kami juga insyaallah dapat menghadirkan Kepala BPPSDMP dan juga Direktur Jendral Pembiayaan Pertanian,” tutur Abdul Roni.
Pelatihan yang dipandu oleh Host Balai Pelatihan Pertanian Lampung ini telah diikuti oleh 1.315 pengguna Youtube melalui akun Youtube Pusat Pelatihan Pertanian. Sedangkan yang mengikuti pelatihan melalui Zoom Cloud Meeting sebanyak 6.000 partisipan yang terdiri dari 1.600 partisipan di akun Zoom Puslatan dan 4.400 partisipan di akun Zoom BPPSDMP