BANDAR LAMPUNG: Provinsi Lampung berencana menghadirkan Food Estate, atau lumbung pangan, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Lokasi yang akan dijadikan Food Estate, berada di Kabupaten Way Kanan. Pemilihan Way Kanan ini mendapat dukungan dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung.

Kementerian Pertanian juga mendukung langkah Provinsi Lampung untuk menghadirkan Food Estate.

“Food Estate sangat bagus untuk memastikan ketahanan pangan daerah. Bahkan, jika hasil yang didapat berlebih, bisa dijual ke daerah lain. Namun, kita berharap setiap daerah memiliki lumbung pangan sehingga kita bisa mencapai mandiri pangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengutarakan hal yang sama.

“Food Estate dipastikan akan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Apalagi dalam sebuah lokasi Food Estate, banyak komoditi yang bisa di tanam,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, Maulana, mengharapkan Way Kanan dapat menjadi sentra kawasan Food Estate. Maulana pun sangat menyambut baik terhadap dukungan dari BPP Lampung.

“Harapannya SDM pertanian di Way Kanan dapat mewujudkan cita-cita Way Kanan menjadi lumbung pangan di Indonesia,” jelas Maulana.

BPP Lampung sendiri sangat mendukung pemilihan Way Kanan menjadi lokasi Food Estate. Dukungan akan diberikan dalam hal peningkatan SDM pertanian.

Tim BPP Lampung, berisikan Lely Suryati, Adi Destriadi Sutisna, Seftiana, Puji Tenia, dan Mildasari, juga telah mengunjungi Way Kanan dan melakukan pertemuan dengan Kadis Pertanian Way Kanan di rumah Ketua Poktan Sido Mulyo, Suyono.

Pertemuan ini juga dihadiri Camat Buay Bahuga, Sufrianto, dan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Buay Bahuga, Suwito.

Terakhir, Maulana sangat mengharapkan semangat dari pemuda pemuda calon menerus pertanian di Way Kanan.

Camat Buay Bahuga, Sufrianto dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Penggunaan pupuk organik di Buay Bahuga sudah banyak mengalami peningkatan.

“Jumlah petani yang menggunakan pupuk organik di usahataninya sudah meningkat jumlahnya,” jelas Sufrianto.

Harapannya kegiatan Pendampingan oleh Balai Pelatihan Pertanian Lampung dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat khususnya di Way Kanan dan berdampak juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia