Visi Misi :

Untuk meningkatkan peran dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung  melaksanakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani Angkatan V, 9-11 Juni 2021, di SMK PP Sembawa – Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani dilakukan agar peran BPP bisa semakin maksimal. “Tugas yang diemban BPP Kostratani jelas tidak mudah. Oleh karena itu, Kementan akan terus berupaya agar terjadi peningkatan kualitas dan kapasitas BPP Kostratani. Salah satunya Pelatihan Manajerial BPP Kostratani,” katanya.

Pelatihan Manajerial BPP Kostratani dikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Tengah, Ogan Ilir dan Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pengembangan SDM pertanian melalui BPP tidak mudah. Sebab ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. “Tantangan dalam pembangunan SDM pertanian antara lain menurunnya jumlah petani. Sedangkan ketersediaan petani muda yang kompeten dan berdayasaing belum memadai,” ujarnya.

Tantangan lainnya adalah kurangnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian, dan perlunya peningkatan kompetensi dan keterampilan SDM di sektor pertanian.

Dedi Nursyamsi menjelaskan, sasaran umum pengembangan SDM pertanian adalah untuk mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang profesional, mandiri, daya saing, dan wirausaha.

“Kita memiliki sejumlah strategi utama untuk mewujudkannya. Diantaranya melalui penyuluhan, yaitu dengan memantapkan sistem penyuluhan pertanian terpadu dan modern. Kemudian dengan memantapkan sistem pelatihan vokasi pertanian berbasis kompetensi dan daya saing, juga, memantapkan pendidikan vokasi pertanian yang kompetitif, serta memantapkan reformasi birokrasi,” katanya.

Sementara Kepala Balai Pelatihan Pertanian(BPP) Lampung BPPSDMP Kementan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan jika program pelatihan manajerial di BPP Kostratani bertujuan untuk Meningkatkan kinerja penyuluh. “Selain itu juga untuk meningkatkan kapasitas petugas pertanian, penguatan kelembagaan pertanian, serta koordinasi dan jejaring kostratani dengan pemanfaatan Teknologi Informasi,” jelasnya.

Roni menambahkan, pengembangan SDM pertanian berperan penting untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia pertanian yang professional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha melalui pemantapan sistem penyuluhan, pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi pertanian

“Peran strategis pelatihan pertanian adalah untuk meningkatkan kompetensi SDM Pertanian. Sehingga, tersedia SDM pertanian yang kompeten guna mendukung terwujudnya tujuan pembangunan pertanian,” katanya.

Untuk itu, kualitas pelatihan pertanian harus terus ditingkatkan melalui pengembangan program pelatihan dan kapasitas widyaiswara sesuai dengan kebutuhan lingkungan strategis yang berkembang di sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kasie Penyuluhan Pertanian Erwin Jauhari, mengatakan dengan diadakan pelatihan Manajerial BPP Kostratani di Provinsi Sumatera Selatan sangat membantu dalam hal manajerial yang ada di BPP Kostratani sehingga data-data dan administrasi lebih baik depannya serta sangat berterimakasih karena pelatihan semacam ini telah dilaksanakan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. (ade)

Dalam rangka pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani), Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung (Kamis 10/06/21) sebagai unit eselon III Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian terus menggaungkan semangat menuju Wilayah Bebas Korupsi pada seluruh pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sehingga dapat menyakinkan kepercayaan yang tinggi terhadap Institusi pemerintah. Pelayanan yang terdapat di Bapeltan Lampung meliputi jasa Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dataran Rendah, Kerjasama Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dataran Rendah, dan Konsultasi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Dataran Rendah. Selain itu, Bapeltan Lampung telah berinovasi ditengah situasi Pandemi Covid-19 ini seperti pelatihan pertanian millenial terpadu yang berbasis online serta konsep agroeduwisata dengan sistem barcode yang dapat diakses menggunakan smartphone. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa meskipun Pandemi Covid-19, kegiatan Pertanian tidak boleh terhenti, terus selalu mendorong terobosan inovasi untuk meningkatkan produktivitas sehingga berdampak pada NTP petani yang meningkat.  

Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian telah melakukan visitasi untuk melakukan penilaian WBK WBBM di Bapeltan Lampung, dalam hal ini diwakili oleh Ibu Dian Rahmawati mengatakan bahwa Penilaian WBK/WBBM yang meliputi 6 aspek antara lain : mengatur manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, pengawasan , tingkatkan kinerja, dan tingkatkan kualitas pelayanan publik, Bapeltan Lampung diharapkan dapat diajukan secara nasional sebagai penilaian oleh MenpanRB”.

 “Untuk itu perlu di akhir rangkaian acara penilaian perlu digaungkan kembali melalui sosialisasi WBK kepada seluruh karyawan/karyawati Bapeltan Lampung, kita harus membuka kembali atribut-atribut tema “WBK” untuk dapat menyemangati diri kita dari bebas KKN, tambah Dian Rahmawati , Tim Itjen Kementan.

Ditemui secara terpisah, Kepala Balai Pelatihan Pertanian, Abdul roni Angkat menegaskan dukungannya dan berkomitmen penuh terhadap untuk mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di Bapeltan Lampung sehingga seluruh karyawan karyawati Bapeltan Lampung mampu menumbuhkan budaya kerja birokrasi yang antikorupsi, berkinerja tinggi, dan budaya birokrasi yang melayani publik baik di lingkungan kementerian/lembaga/pemerintah daerah untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

 

 

 

Bangka Selatan – Kementerian Pertanian terus berupaya untuk memaksimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung menyelenggarakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani bagi Aparatur di Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan.

Penyelenggaran Pelatihan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian.

“Salah satu fokus kita adalah meningkatan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” ujar Mentan Syahrul.

Sejalan dengan arahan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan, tiga program aksi BPPSDMP untuk mencapai visi dan misi yang dicanangkan Presiden RI dan Menteri Pertanian.

“Tiga program aksi adalah penguatan Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian), membangun 2,5 juta petani milenial dan mendukung program Kementerian Pertanian lainnya terutama Food Estate,” tuturnya.

Salah satu bentuk pelaksanaan Program Aksi tersebut adalah dengan peningkatan Kapasitas SDM Pertanian di Badan Penyuluhan Pertanian yang berada di setiap kecamatan. Peningkatan kapasitas SDM Pertanian dapat dilakukan dengan cara mengikuti Pelatihan Pertanian yang diselenggarakan Balai Pelatihan Pertanian Lampung.

Kali ini Balai Pelatihan Pertanian Lampung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani bagi Aparatur.

Pelatihan Manajerial BPP Kostratani yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Pangan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Suhadi dan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah, Edi Romdhoni pada Kamis (3/6/2021).

Pelaksanaan pelatihan ini disambut baik oleh penyuluh pertanian di provinsi Bangka Belitung terutama yang terlibat dalam pelaksanaan pelatihan. Hal tersebut disampaikan oleh Suhadi dalam sambutannya sebelum membuka pelatihan.

“Kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Balai Pelatihan Pertanian Lampung (Kementerian Pertanian) yang telah berkenan melaksanakan pelatihan di Bangka Selatan. Walaupun dalam kondisi pandemic Covid-19 seperti sekarang. Harapannya, penyuluh kami sebagai agent of change setelah mengikuti pelatihan dapat menerapkan hasil pembelajarannya di wilayah binaan masing-masing” demikian Suhadi menyampaikan.

Tak lupa, sebelum pelatihan dilaksanakan, setelah sambutan dari Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah, Edi Romdhoni juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas terlaksananya pelatihan di Bangka Selatan.

Pelatihan ini dilaksanakan hingga Sabtu (5/6/2021) mendatang dengan diikuti oleh 30 orang Koordinator Penyuluh Pertanian dan petugas administrasi di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka, Bangka Barat dan Kota Pangkal Pinang, dengan mendatangkan Pelatih dari Purnatugas yang berpengalaman dan menguasai materi. Pelatih tersebut berasal dari Bangka Tengah dan Bangka Selatan serta dari BAPEDA Kabupaten Bangka Selatan. (Sefti, 3/6/21).

Sragi, Lampung Selatan – Dalam rangka Meningkatkan skala ekonomi usahatani yang menguntungkan dan efisiensi usaha, Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung menyelenggarakan pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Non Aparatur di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mitra Mandiri Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.

Kebijakan pengembangan pemberdayaan kelembagaan petani dan usahatani diarahkan pada peningkatan kapasitas petani yang berkualitas, peningkatan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani yang kuat dan mandiri dan juga peningkatan usahatani yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Berbagai macam strategi yang ditempuh oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk pengembangan pemberdayaan kelembagaan petani dan usahatani salah satunya dengan mengubah perilaku petani agar mengembangkan usaha produktif yang dikelola secara bersama dalam skala usaha untuk memenuhi kebutuhan pasar yang menguntungkan dan efisien, yaitu dengan menumbuhkan Kelembagaan Ekonomi Petani.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Lely Nuryati, menegaskan bahwa penumbuhkembangan kelembagaan ekonomi petani menjadi penting dan strategis, karena pertanian memiliki tugas sebagai penyedia pangan bagi 260 juta jiwa penduduk Indonesia. Sesuai dengan Kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, untuk menggerakkan seluruh sumber daya manusia pertanian menuju swasembada pangan.

Kebijakan tersebut ditindaklanjuti oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengarahkan “petani harus berjamaah” untuk meningkatkan produktivitas pertanian, nilai tambah produk dan kesejahteraan petani.

Sebagai salah satu unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian, Balai Pelatihan Pertanian Lampung yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan pelatihan teknis maupun fungsional di bidang pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Non Aparatur yang dilaksanakan di P4S Mitra Mandiri – Lampung Selatan.

Pelatihan yang diikuti oleh 30 orang petani yang berasal dari Kelompoktani, Gabungan Kelompoktan, Kelompok Wanita Tani dan Pemuda Tani ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari.

“Alhamdulillah, Balai Pelatihan Pertanian Lampung telah selesai melaksanakan Pelatihan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Non Aparatur, yang dilaksanakan di P4S Mitra Mandiri Lampung Selatan dan di sini merupakan Angkatan ke-16 untuk pelatihan non aparatur.” Demikian Seftiana, widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian seusai menutup pelatihan yang dilaksanakan sejak tanggal 27 Mei yang lalu.

Adapun tujuan pelaksanaan pelatihan ini, Sefti menjelaskan adalah untuk meningkatkan kapasitas kelompok petani baik dalam hal administrasi kelompok, organisasi, strategi peningkatan produktivitas dan efisiensi usahatani serta meningkatkan jejaring kemitraan kelompok tani sehingga termotivasi untuk bergabung dan menumbuhkembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usahanya.

Lebih lanjut Sefti menjelaskan, bahwa dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan petani petani di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan yang tergabung dalam kelompoktani, mau dan mampu untuk bergabung bersama dalam wadah Kelembagaan Ekonomi Petani baik itu bentuk Koperasi maupun Perseroan Terbatas.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 27 Mei sampai dengan 29 Mei 2021 ini disambut baik oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mitra Mandiri, Gondo Suwarno.

Gondo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung bahwa pelatihan- pelatihan terkait peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok sangat dibutuhkan oleh petani.

Gondo juga menyampaikan terimakasih bahwasanya pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk kelompok kelompoktani terhadap pengelolaan kelompoknya baik administrasi keuangan dan administrasi kegiatan.

“Banyak hal yang dapat kami bawa pulang. Terutama dalam hal administrasi kelompok yang setelah ini akan kami evaluasi dan kami bertekat untuk menertibkan administrasi di kelompok kami masing- masing.” Demikian kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan peserta pada kegiatan penutupan pelatihan.

Pelatihan ini juga menjadi sarana silaturahmi peserta yang merupakan petani binaan penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sragi Lampung Selatan.

“Mudah-mudahan pelaksanaan pelatihan ini, walaupun di tengah pandemi Covid-19, dapat mensinergikan upaya pemerintah baik dari Kementerian Pertanian maupun dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Selatan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani bagi kelompok kelompok tani yang ada di Lampung Selatan khususnya.” Demikian Seftiana berharap.

Untuk diketahui, pelatihan ini diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan seluruh peserta maupun panitia yang terlebih telah terlebih dahulu melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan melampirkan hasil tes Antigen pada saat melakukan pendaftaran. (Sefti 29/05)

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Ir. Bustanul Arifin Caya, MDM melakukan kunjungan kerja Perdana di BPP Kostratani Kecamatan Rambutan, Jumat (28/5) pasca satu minggu dilantik sebagai kapusluh pertanian. Didampingi oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP, M.Si, Kepala SMK PP Negeri Sembawa Ir Mattobi’I MP dan Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran Hasil dan Penyuluhan Pertanian  Darwan Agus, SPMM, kedatangan kapusluh disambut hangat oleh Zainuddin, SP, M.Si selaku kepala dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Banyuasin dan segenap penyuluh dan petani yang berada diwilayah kerja BPP Kostratani Kecamatan Rambutan.

Pada kesempatan tersebut Kapusluh memberikan arahan terkait upaya optimalisasi komando strategis pembangunan pertanian (kostratani) dan penguatan peran kostratani sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian nasional. Kostratani merupakan salah satu program utama Kementan yang menjadi bagian dari Program kegiatan BPPSDMP untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kostratani dibentuk dengan tujuan untuk mengoptimalisasikan tugas, fungsi dan peran BPP. “BPP Kostratani harus menjadi pusat pembelajaran pertanian terpadu serta menjadi wadah konsultasi agribisnis bagi masyarakat,” jelasnya, Jumat (28/5).

Pada sesi diskusi beberapa penyuluh dan petani menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang dihadapi dilapangan seperti minimnya pengetahuan penyuluh terhadap penggunaan teknologi informasi yang mengakibatkan terlambatnya penyampaian informasi terbaru. Petani dalam aspirasinya juga mengharapkan pemberian bantuan alsintan dapat tepat guna, tepat sasaran dan dapat digunakan dilokasi tertentu. Aspirasi dari penyuluh dan petani yang sangat antusias direspon baik oleh kapusluh.

Selain itu kapusluh juga menyampaikan agar semua pihak (petani dan penyuluh) harus ambil bagian saling bersinergi dan kompak untuk mewujudkan keberhasilan kostratani. Dengan optimalisasi kostratani Sumatera Selatan diharapkan mampu menjadi empat besar lumbung pangan nasional.

Sembawa, Jurnas.com  – Pengembangan kawasan tanaman pangan atau food estate dengan skala luas berbasis korporasi kini akan merambah ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk mendukung hal tersebut Kementan juga menyiapkan dari aspek sumber daya manusia pertanian beserta kelembangaannya. Pasalnya, food estate merupakan transformasi dari yang semula dalam bentuk kelembagaan petani (kelompok tani dan gabungan kelompoktani) menjadi kelembagaan ekonomi petani (KEP) dalam bentuk Gapoktan Bersama/BUMP.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat meresmikan Kick Off Food Estate Sumatera Selatan di Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (28/5) menyatakan FE merupakan program extraordinary. Mulai dari pemilihan benih, budidaya, panen, dan pasca panen dilakukan melalui pendampingan dan pengawasan yang melibatkan banyak pihak.

Food Estate adalah jawaban untuk menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia. Stabilitas negara dipengaruhi oleh stabilitas pangan suatu daerah. Dan apa yang akan dilakukan oleh Pak Gubernur hari ini bersama jajarannya adalah upaya untuk mewujudkan hal itu. Bukan hanya bagi warga Sumsel, tapi untuk Indonesia,” katanya.

Ditambahkannya, Food Estate menjadi program strategis nasional merupakan konsep pengembangan sentra produksi kawasan pangan yang berbasis korporasi dengan badan usaha tingkat petani yang mengelola usaha tani pangan mulai dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan dan terintegrasi.

“Jadi Bapak Ibu, Food Estate ini menggunakan mekanisasi, tanam sampai panen. Ini untuk menghindari losses yang selama ini masih mencapai 11 sampai 13 persen kemudian dengan packaging yang menarik,” tutur Mentan SYL didampingi Gubernur Sumsel, Herman Deru, Direktur Utama PT Pusri, Tri Wahyudi Saleh, para Bupati se-Sumsel, pelaku usaha dan juga Squad Tani Food Estate.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga menyampaikan, penyuluh berperan penting pada korporasi petani di food estate untuk input sumberdaya meliputi budaya kerja/etos, pengetahuan, komoditas dan prasarana-sarana.

“Penyuluhannya juga harus digarap dengan menyentuh kelembagaan petani (Poktan, Gapoktan) dan kelembagaan ekonomi petani (KEP). Agar poktan/gapoktan di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin siap menjadi KEP yang muaranya adalah korporasi”, tegas Dedi.

Untuk menunjang hal tersebut sebanyak 90 orang penyuluh juga dibekali Pelatihan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani yang berisi penguataan kapasitas kelembagaan.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari 27-29/05/2021) ini dilaksanakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung bertempat di SMKPP Negeri Sembawa Kabupaten Banyuasin. Keduanyanya merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Mewakili Kepala Dinas TPH Provinsi Sumatera Selatan, Kepala bidang pengolahan, pemasaran hasil dan penyuluhan pertanian, Darwan Agus, menyampaikan pihaknya siap mendukung program Kementan.

“Sejalan dengan arahan Gubernur Sumsel, Herman Deru, Semua bagian Dinas TPH berkomitmen mendukung dan mensukseskan kegiatan kelembagaan ekonomi petani menuju korporasi dalam program food estate sehingga mampu menjaga stabilitas pangan”, ujar Darwan.

sumber.https://www.jurnas.com/artikel/93361/Dukung-Food-Estate-Sumsel-Kementan-Siapkan-Penyuluh-dan-Kelembagaan-Ekonomi-Petani/

Buka Chat
Butuh Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami bantu ?