Sragi, Lampung Selatan – Dalam rangka Meningkatkan skala ekonomi usahatani yang menguntungkan dan efisiensi usaha, Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung menyelenggarakan pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Non Aparatur di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mitra Mandiri Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.

Kebijakan pengembangan pemberdayaan kelembagaan petani dan usahatani diarahkan pada peningkatan kapasitas petani yang berkualitas, peningkatan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani yang kuat dan mandiri dan juga peningkatan usahatani yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Berbagai macam strategi yang ditempuh oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk pengembangan pemberdayaan kelembagaan petani dan usahatani salah satunya dengan mengubah perilaku petani agar mengembangkan usaha produktif yang dikelola secara bersama dalam skala usaha untuk memenuhi kebutuhan pasar yang menguntungkan dan efisien, yaitu dengan menumbuhkan Kelembagaan Ekonomi Petani.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Lely Nuryati, menegaskan bahwa penumbuhkembangan kelembagaan ekonomi petani menjadi penting dan strategis, karena pertanian memiliki tugas sebagai penyedia pangan bagi 260 juta jiwa penduduk Indonesia. Sesuai dengan Kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, untuk menggerakkan seluruh sumber daya manusia pertanian menuju swasembada pangan.

Kebijakan tersebut ditindaklanjuti oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengarahkan “petani harus berjamaah” untuk meningkatkan produktivitas pertanian, nilai tambah produk dan kesejahteraan petani.

Sebagai salah satu unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian, Balai Pelatihan Pertanian Lampung yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan pelatihan teknis maupun fungsional di bidang pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Non Aparatur yang dilaksanakan di P4S Mitra Mandiri – Lampung Selatan.

Pelatihan yang diikuti oleh 30 orang petani yang berasal dari Kelompoktani, Gabungan Kelompoktan, Kelompok Wanita Tani dan Pemuda Tani ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari.

“Alhamdulillah, Balai Pelatihan Pertanian Lampung telah selesai melaksanakan Pelatihan Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Non Aparatur, yang dilaksanakan di P4S Mitra Mandiri Lampung Selatan dan di sini merupakan Angkatan ke-16 untuk pelatihan non aparatur.” Demikian Seftiana, widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian seusai menutup pelatihan yang dilaksanakan sejak tanggal 27 Mei yang lalu.

Adapun tujuan pelaksanaan pelatihan ini, Sefti menjelaskan adalah untuk meningkatkan kapasitas kelompok petani baik dalam hal administrasi kelompok, organisasi, strategi peningkatan produktivitas dan efisiensi usahatani serta meningkatkan jejaring kemitraan kelompok tani sehingga termotivasi untuk bergabung dan menumbuhkembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usahanya.

Lebih lanjut Sefti menjelaskan, bahwa dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan petani petani di Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan yang tergabung dalam kelompoktani, mau dan mampu untuk bergabung bersama dalam wadah Kelembagaan Ekonomi Petani baik itu bentuk Koperasi maupun Perseroan Terbatas.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 27 Mei sampai dengan 29 Mei 2021 ini disambut baik oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mitra Mandiri, Gondo Suwarno.

Gondo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung bahwa pelatihan- pelatihan terkait peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok sangat dibutuhkan oleh petani.

Gondo juga menyampaikan terimakasih bahwasanya pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk kelompok kelompoktani terhadap pengelolaan kelompoknya baik administrasi keuangan dan administrasi kegiatan.

“Banyak hal yang dapat kami bawa pulang. Terutama dalam hal administrasi kelompok yang setelah ini akan kami evaluasi dan kami bertekat untuk menertibkan administrasi di kelompok kami masing- masing.” Demikian kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan peserta pada kegiatan penutupan pelatihan.

Pelatihan ini juga menjadi sarana silaturahmi peserta yang merupakan petani binaan penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sragi Lampung Selatan.

“Mudah-mudahan pelaksanaan pelatihan ini, walaupun di tengah pandemi Covid-19, dapat mensinergikan upaya pemerintah baik dari Kementerian Pertanian maupun dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Selatan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani bagi kelompok kelompok tani yang ada di Lampung Selatan khususnya.” Demikian Seftiana berharap.

Untuk diketahui, pelatihan ini diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan seluruh peserta maupun panitia yang terlebih telah terlebih dahulu melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan melampirkan hasil tes Antigen pada saat melakukan pendaftaran. (Sefti 29/05)