BANYUASIN: Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, bersama Komisi IV DPR RI, menggelar Kegiatan Pelatihan Teknis Hortikultura Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah.

Pelatihan bagi petani cabai merah dan bawang merah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Suak Tapeh Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan, sektor pertanian di masa yang akan datang tidak bisa diolah dengan cara biasa. Namun harus dikerjakan dengan cara yang serba baru dan lebih modern.

“Dengan Covid-19 ini, kita semakin menyadari bahwa pertanian tidak boleh lagi diolah dengan cara yang biasa.Harus ada innovasi dan ide-ide kreatif dalam mengelola pertanian,” tutur Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menuturkan bahwa SDM pertanian sebagai subjek pembangunan perlu mendapat prioritas program pembangunan pertanian.

“Sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan seperti ini,” ujar Dedi.

Pelatihan Teknis Hortikultura Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah yang dilaksanakan selama dua harim merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI ditujukan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh petani.

Hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi IV DPR RI, Riezky Aprilia, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banyuasin, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, Camat Suak Tapeh dan Kepala BPP Suak Tapeh.

“Pemerintah atas kesepakatan dengan DPR RI menyelenggarakan Pelatihan bagi Petani. Program ini adalah program aspirasi anggota DPR untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat khususnya dibidang pertanian,” ujar Riezky, Selasa (7/9/2021).

Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat, memaparkan memaparkan bahwa peluang bisnis cabai merah dan bawang merah masih sangat terbuka lebar.

“Dengan pelatihan  ini, petani dibekali dengan teknologi teknologi on-farm dengan harapan produksi dan produktivitas komoditas cabe merah dan bawang merah dapat terjaga ketersediaannya. Mengingat cabai dan bawang merah masih menjadi primadona saat ini, harapannya petani Banyuasin bisa turut menikmati keuntungan berbisnis cabai merah dan bawang merah,” tambah Roni.