Salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk mengembangkan pertanian adalah memaksimalkan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Termasuk mentransformasikan BPP menjadi BPP Kostratani.

Di Bangka Tengah, penguatan tersebut didukung dengan dibangunnya Agricultural Operation Room (AOR), yang menjadi pusat informasi data pertanian di 6 BPP yang berada di kabupaten Bangka Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian yang maju, mandiri, modern berbasis manajemen teknologi informasi, harus dapat diwujudkan.

Untuk mendukung hal itu, Kementan membentuk Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang diharapkan mampu memperkuat produksi dan koordinasi stakeholder pertanian seperti penyuluh, petani dan pelaku usaha di tingkat lapangan melalui media digital.

“Ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pendekatan baru yang lebih modern dan dirasa sesuai dengan perkembangan jaman,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan digitalisasi juga semakin penting dan merubah kebiasaan masyarakat, bahkan menjadi lebih produktif mengharuskan Kementan turut berinovasi.

“Salah satu program utama kementan yaitu Kostratani dimana BPP menjadi sarana penghubung bagi petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian secara digital,” tegas Dedi Nursyamsi.

Bangka Tengah menjadi salah satu Kabupaten yang merespon positif kegiatan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya Agricultural Operation Room (AOR) sebagai pusat informasi data pertanian di 6 BPP yang berada di kabupaten Bangka Tengah yaitu BPP Namang, BPP Simpangkatis, BPP Lubuk Besar, BPP Sungai Selan, BPP Pangkalan Baru, dan BPP Koba.

Peresmian AOR BPP Namang menjadi gerbang awal terbukanya digitalisasi koordinasi antar stakeholder pertanian di Bangka Tengah.

Gedung AOR diresmikan langsung Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, ST, didampingi oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Dr. Abdul Roni Angkat, ST, M.Si, serta dihadiri oleh Direktur Irigasi Ditjen PSP, Karantina Pertanian.

Selain diresmikan secara simbolis juga dilakukan zoom meting antara Bupati Bangka Tengah di BPP Namang dan pegawai Bapeltan Lampung di Lampung.

“Bangka Belitung selama ini masuk wilayah kerja Bapeltan Lampung yang terjauh, namun dengan adanya AOR ini diharapkan nantinya dapat mempermudah koordinasi dan penderasan inforamsi antara widyaiswara dengan penyuluh dan petani,” ujar Roni Angkat.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah, Edi Romdhoni, ST., MM juga sepakat bahwa AOR ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi BPP untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

“AOR ini diharapkan bisa menjadi jembatan dalam koordinasi secara digital dan mampu menjadi gerbangnya terkusus 6 BPP yang saat ini sudah berada,” pungkas Edi Romdhoni.[TIM]