Visi :

BANDAR LAMPUNG. Salah satu hal penting untuk dilakukan dalam pandemi Covid-19 adalah menjaga imunitas tubuh. Untuk menjaga agar kualitas pelayanan, Kementerian Pertanian turut menjaga imunitas SDM pertanian.

Hal ini dilakukan Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung melakukan kegiatan pemberian suplai imunitas berupa susu, vitamin, madu dan buah-buahan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, peran pertanian sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

“Menjaga kesehatan adalah kewajiban kita semua. Apalagi untuk pertanian. Karena, pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Hal serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Pertanian sangat dibutuhkan di masa ini. Karena pertanian yang baik akan membantu masyarakat mendapatkan imun yang baik. Imun ini yang dibutuhkan badan untuk menghadapi Covid-19,” katanya.

Kegiatan kegiatan pemberian suplai imunitas BPP Lampung, yang dikoordinir oleh Kepala Kasubbag Tata Usaha BPP Lampung, Leli Hartini, dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pembagian Suplai Imunitas diharapkan dapat menjaga kesehatan seluruh pegawai di BPP Lampung.

“Kami membagikan suplai imunitas berupa susu, vitamin, madu dan buah-buahan kepada seluruh karyawan dan karyawati BPP Lampung. Kami mengharapkan seluruh pegawai BPP Lampung selalu dalam keadaan sehat sehingga dapat terus bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing- masing. Memberikan pelayanan yang prima dalam melayani pengguna baik pengguna internal maupun eksternal,” Leli menjelaskan.

Kegiatan pembagian suplai imunitas ini dilaksanakan secara terpisah di masing- masing seksi, guna menghindari kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Walaupun dalam kondisi Pandemik, BPP Lampung tetap melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan pengguna layanan. Agar pelayanan yang diberikan tetap prima, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan seluruh karyawan di BPP Lampung. Diantaranya dengan terus menerapkan protokol kesehatan dan Pemberian Suplai Imunitas,” ucap pejabat struktural yang merangkap Pejabat Pembuat Komitmen di BPP Lampung ini

PALEMBANG: Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, melaksanakan Pelatihan Teknis Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dengan pelatihan ini, Kementan berharap petani bisa menggenjot produktivitas komoditas cabe merah. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan peoduktivitas harus dilakukan.

“Karena dengan peningkatan produktivitas, petani bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan hal serupa.

“Peningkatan produktivitas adalah kunci untuk menjaga ketahanan pangan. oleh karena itu, kita akan terus berupaya agar seluruh komoditas bisa ditingkatkan produktivitasnya,” katanya.

Kecamatan Pedamaran sendiri merupakan daerah andalan dalam pengembangan komoditas cabe merah di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang dibuka secara resmi pada Kamis, (16/9/2021), diikuti oleh 25 orang petani cabe merah yang berada di kecamatan Pedamaran. 

Kegiatan yang dilaksanakan hingga Sabtu (18/09/2021), juga dihadiri Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir, Joko Sutanto.

Menurut Joko, Pedamaran merupakan sentra andalan pengembangan  komoditas cabe merah, namun efek perubahan iklim ditambah dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, sangat mempengaruhi kualitas cabe merah yang dihasilkan.

“Faktor cuaca yang berubah ubah ini sangat mempengaruhi kualitas cabe merah yang dihasilkan, terutamanya penurunan mutu dan jumlah hasil panen akibat serangan hama dan penyakit pada tanaman cabe merah,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Joko menyampaikan terimakasih ke Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung yang telah menyelenggaran kegiatan Pelatihan Teknis Pengendalian OPT bagi Non Aparatur.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, Bapak semua mampu melakukan upaya upaya untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe merah miliki Bapak semua,” tutur Joko.

Pelatihan sendiri menghadirkan widyaiswara dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung, petani cabe merah yang mempunyai pengalaman sukses dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi dan juga Aktivitis penggerak pertanian ramah lingkungan.

BELITANG: Sumatera Selatan menjadi salah satu lokasi Program Food Estate yang merupakan sentra pengembangan kawasan lumbung pangan di Indonesia. Sumatera Selatan juga merupakan salah satu wilayah Binaan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian.

Sebagai salah satu lokasi program Food Estate yang sangat didukung oleh pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, titik fokus yang harus menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia pertaniannya. 
Kementerian Pertanian melalui Balai Pelatihan Pertanian Lampung membuktikan dukungannya terhadap upaya peningkatan SDM Pertanian melalui pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Kesuburan Lahan.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan telah dibuka pada Kamis, (17/09/2021) lalu.

Pelatihan yang direncanakan selama tiga hari ke depan ini, diikuti oleh 32 petani yang terdiri dari pengurus kelompok tani dan calon pengurus Korporasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
“Food Estate akan menjadi sentra ekonomi baru di wilayah pengembangannya. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Komoditasnya sangat beragam dengan value ekonomi besar. Intinya, Food Estate akan terus mendongkrak perekonomian masyarakat selain lumbung pangan nasional,” papar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan, sebagai bentuk dukungan keberlangsungan Food Estate, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan BPPSDMP. “Di antaranya dengan menggelar pelatihan bagi penyuluh, petugas lapangan dan juga untuk petani serta generasi milenial yang memiliki minat untuk menekuni sektor pertanian,” kata Dedi. 

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Basyumi. Menurutnya, sebagai lumbung pangan padi di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten OKU Timur memfokuskan materi pelatihan pada kesuburan lahan. Harapannya, dengan pengelolaan lahan yang tepat dapat mengembalikan kesuburan lahan, sehingga dapat menopang tumbuhnya tanaman dengan baik dan produksinya dapat berkelanjutan. “Intinya lahan yang subur dapat menjamin keberlangsungan pangan di Indonesia,” demikian sambutan Basyumi.

Widyaiswara BPP Lampung, Hasan Basri dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan pengelolaan kesuburan lahan pada kawasan Food Estate yang diproyeksikan sebagai penyedia pangan untuk masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, Hasan Basri mengajak para penyuluh pertanian dan petugas pertanian lainnya yang ada di Kecamatan Belitang III dan sekitarnya untuk turut mengikuti proses pembelajaran pada Pelatihan Pengelolaan Kesuburan Lahan ini.

“Pada pelatihan ini, silakan teman-teman penyuluh dan petugas pertanian lainnya untuk ikut mengikuti pelatihan ini. Karena setelah pelatihan ini selesai, proses pendampingan kepada petani harus tetap dilaksanakan,” demikian Hasan Basri menegaskan.

Tak lupa Hasan Basri juga mengingatkan bahwa hasil belajar pada pelatihan ini harus diterapkan pada praktik budidaya di lahan sawah masing-masing. Sebagai informasi materi pada pelatihan di BPP Belitang III ini antara lain Pengelolaan Hara Tanah Sawah, Pengelolaan Hara Lahan Kering, Pembuatan Mikroorganisme Lokal, Pembuatan Kompos, Teknik Pengambilan Contoh Tanah dan Penggunaan PUTS

BANYUASIN: Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, bersama Komisi IV DPR RI, menggelar Kegiatan Pelatihan Teknis Hortikultura Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah.

Pelatihan bagi petani cabai merah dan bawang merah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Suak Tapeh Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan, sektor pertanian di masa yang akan datang tidak bisa diolah dengan cara biasa. Namun harus dikerjakan dengan cara yang serba baru dan lebih modern.

“Dengan Covid-19 ini, kita semakin menyadari bahwa pertanian tidak boleh lagi diolah dengan cara yang biasa.Harus ada innovasi dan ide-ide kreatif dalam mengelola pertanian,” tutur Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menuturkan bahwa SDM pertanian sebagai subjek pembangunan perlu mendapat prioritas program pembangunan pertanian.

“Sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan seperti ini,” ujar Dedi.

Pelatihan Teknis Hortikultura Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah yang dilaksanakan selama dua harim merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI ditujukan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh petani.

Hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi IV DPR RI, Riezky Aprilia, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banyuasin, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, Camat Suak Tapeh dan Kepala BPP Suak Tapeh.

“Pemerintah atas kesepakatan dengan DPR RI menyelenggarakan Pelatihan bagi Petani. Program ini adalah program aspirasi anggota DPR untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat khususnya dibidang pertanian,” ujar Riezky, Selasa (7/9/2021).

Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat, memaparkan memaparkan bahwa peluang bisnis cabai merah dan bawang merah masih sangat terbuka lebar.

“Dengan pelatihan  ini, petani dibekali dengan teknologi teknologi on-farm dengan harapan produksi dan produktivitas komoditas cabe merah dan bawang merah dapat terjaga ketersediaannya. Mengingat cabai dan bawang merah masih menjadi primadona saat ini, harapannya petani Banyuasin bisa turut menikmati keuntungan berbisnis cabai merah dan bawang merah,” tambah Roni.

Bandar Lampung, (8/9/2021), Balai Pelatihan Pertanian Lampung melaksanakan penutupan sesi offline pelaksanaan Pelatihan Kewirausahaan Nasional bagi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. Kegiatan yang dihadiri Koordinator Kelompok Program dan Kerjasama Pelatihan, Ramadani Saputra dan Kepala Balai Pelatihan Lampung, Abdul Roni Angkat ini diikuti oleh 100 orang peserta pelatihan.

Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa peserta pelatihan yang ikut sesi offline ini sangat beruntung.
“Bapak Ibu semua telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai Duta Petani Milenial (DPA) dan Duta Petani Andalan (DPA)! Dan Bapak Ibu sekalian diberi kesempatan untuk menghadiri kegiatan pelatihan secara tatap muka langsung di Balai Pelatihan Pertanian Lampung!” demikian pernyataan Abdul Roni disambut gembira oleh peserta pelatihan.

Abdul Roni Angkat mengharapkan agar setelah kembali ke daerah masing- masing, peserta dapat mengembangkan dan memperkuat usahatani dan kelembagaan taninya.

Kedepan, Kepala Balai alumnus Institut Pertanian Bogor mengharapkan dengan kemandirian dan ketangguhan baik usahatani dan kelembagaannya, DPA dan DPM yang menjadi peserta pelatihan ini dapat terus mengembangkan usahanya hingga ke kancah Internasional.

“Potensi ke depannya, Bapak Ibu dapat dijadikan sebagai narasumber dan praktisi dalam memotivasi calon calon pengusaha pertanian milenial lainnya. Sehingga ketuk tular keberhasilan pertanian dapat berkembang dan meluas ke seluruh wilayah Indonesia!” demikian Abdul Roni sebelum menutup secara resmi kegiatan pelatihan sesi offline.

Dalam kesempatan ini, perwakilan peserta yang diwakili oleh Warjito, Duta Petani Andalan dari Lampung Barat, menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini, sangat bermanfaat terutama dalam berbagi pengalaman dan menambah wawasan dalam pengembangan usahatani yang mereka kembangkan di daerah masing-masing.
Bravo DPA dan DPM Indonesia!!

BANDAR LAMPUNG: Balai Pelatihan Pertanian Lampung (BPP) menutup sesi offline pelaksanaan Pelatihan Kewirausahaan Nasional bagi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. Lewat kegiatan ini, BPP Lampung turut menghidupkan eksistensi petani milenial dan petani andalan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan peran petani milenial sangat dibutuhkan.

“Masa depan pertanian ada di tangan petani milenial. Mereka yang akan membawa pertanian Indonesia ke rah yang lebih baik,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan hal serupa.

“Lewat petani milenial dan pelatihan andalan ini, kita harapkan muncul terobosan dan inovasi yang pastinya bisa mengangkat pertanian Tanah Air,” katanya.

Sesi offline Pelatihan Kewirausahaan Nasional bagi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan yang dilaksanakan, BPP Lampung, dihadiri Koordinator Kelompok Program dan Kerjasama Pelatihan, Ramadani Saputra, dan Kepala Balai Pelatihan Lampung, Abdul Roni Angkat. Kegiatan ini diikuti 100 orang peserta.

Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa peserta pelatihan yang ikut sesi offline ini sangat beruntung.

“Bapak Ibu semua telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai Duta Petani Milenial (DPA) dan Duta Petani Andalan (DPA)! Dan Bapak Ibu sekalian diberi kesempatan untuk menghadiri kegiatan pelatihan secara tatap muka langsung di Balai Pelatihan Pertanian Lampung!” tuturnya.

Abdul Roni Angkat mengharapkan agar setelah kembali ke daerah masing- masing, peserta dapat mengembangkan dan memperkuat usahatani dan kelembagaan taninya.

Kedepan, Kepala Balai alumnus Institut Pertanian Bogor mengharapkan dengan kemandirian dan ketangguhan baik usahatani dan kelembagaannya, DPA  dan DPM yang menjadi peserta pelatihan ini dapat terus mengembangkan usahanya hingga ke kancah Internasional.

“Potensi ke depannya, Bapak Ibu dapat dijadikan sebagai narasumber dan praktisi dalam memotivasi calon calon pengusaha pertanian milenial lainnya. Sehingga ketuk tular keberhasilan pertanian dapat berkembang dan meluas ke seluruh wilayah Indonesia!” demikian Abdul Roni sebelum menutup secara resmi kegiatan pelatihan sesi offline.

Dalam kesempatan ini, perwakilan peserta yang diwakili oleh Warjito, Duta Petani Andalan dari Lampung Barat, menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini, sangat bermanfaat terutama dalam berbagi pengalaman dan menambah wawasan dalam pengembangan usahatani yang mereka kembangkan di daerah masing-masing.

LAMPUNG: Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung melakukan Softlaunching Pelatihan Kewirausahaan Nasional pada Senin, 6 September 2021. Softlounching ini dilaksanakan di dua tempat, di Balai Pelatihan Pertanian Lampung dan di P4S Mandiri Sejahtera Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan yang dibuka  serentak, oleh Menteri Pertanian SYL, diikuti para Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan seluruh Indonesia. Pelatihan ini akan dilaksanakan selama seminggu ke depan.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), seseorang yang bisa berubah untuk beradaptasi dengan lingkungan, adalah orang yang mampu bertahan dalam siklus kehidupan.

“Saya kira pelaksanaan pelatihan ini merupakan respons kita terhadap tantangan perubahan kehidupan. Oleh karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan seluruh jajarannya, seluruh Kepala UPT yang hadir dari 10 UPT Pelatihan yang tersebar di seluruh Indonesia. Terima kasih kepada seluruh petani Milenial, petani andalan dan seluruh petani di Indonesia,” katanya

Mentan SYL menambahkan, yang sedangkan dilakukan Kementerian Pertanian saat ini merupakan proses adaptasi terhadap perubahan zaman.

“Petani Milenial adalah cikal bakal ketahanan bangsa. Karena kalianlah yang akan meneruskan perjuangan dalam menyediakan pangan bangsa! Negara boleh maju di bidang Militer, negara bisa maju di bidang Perindustrian, tapi semua itu tidak akan mungkin bisa terwujud apabila masyarakatnya kelaparan!” demikian SYL menegaskan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursayamsi, mengatakan Mentan sangat senang sekali bisa berjumpa dengan petani milenial dan petani andalan.

“Kegiatan ini adalah salah satu momen bagi Menteri Pertanian untuk bisa menjumpai petani milenial dan petani andalan. Seperti kita semua ketahui, regenerasi petani menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian,” katanya.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan 2 metode pelaksanaan. Pada tahap I yang dilaksanakan hingga Minggu ke-2 mendatang, proses pelatihan dilaksanakan secara blended learning. Sedangkan pada tahap II dilaksanakan secara online.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat, bersama seluruh jajarannya di tengah tengah peserta Pelatihan Kewirausahaan Nasional

Abdul Roni Angkat sangat mendukung Pelatihan Kewirausahaan Nasional ini. Abdul Roni dengan antusias mempersiapkan Pelaksanaan Pelatihan Kewirausahaan Nasional ini.
“Tujuan pelatihan ini ada membekali peserta dengan pemahaman bagaimana strategi pengembangan usaha yang nanti akan dikembangkan oleh Peserta di lokasi usahanya masing masing,” katanya

BANDAR LAMPUNG: Provinsi Lampung berencana menghadirkan Food Estate, atau lumbung pangan, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Lokasi yang akan dijadikan Food Estate, berada di Kabupaten Way Kanan. Pemilihan Way Kanan ini mendapat dukungan dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung.

Kementerian Pertanian juga mendukung langkah Provinsi Lampung untuk menghadirkan Food Estate.

“Food Estate sangat bagus untuk memastikan ketahanan pangan daerah. Bahkan, jika hasil yang didapat berlebih, bisa dijual ke daerah lain. Namun, kita berharap setiap daerah memiliki lumbung pangan sehingga kita bisa mencapai mandiri pangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengutarakan hal yang sama.

“Food Estate dipastikan akan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Apalagi dalam sebuah lokasi Food Estate, banyak komoditi yang bisa di tanam,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, Maulana, mengharapkan Way Kanan dapat menjadi sentra kawasan Food Estate. Maulana pun sangat menyambut baik terhadap dukungan dari BPP Lampung.

“Harapannya SDM pertanian di Way Kanan dapat mewujudkan cita-cita Way Kanan menjadi lumbung pangan di Indonesia,” jelas Maulana.

BPP Lampung sendiri sangat mendukung pemilihan Way Kanan menjadi lokasi Food Estate. Dukungan akan diberikan dalam hal peningkatan SDM pertanian.

Tim BPP Lampung, berisikan Lely Suryati, Adi Destriadi Sutisna, Seftiana, Puji Tenia, dan Mildasari, juga telah mengunjungi Way Kanan dan melakukan pertemuan dengan Kadis Pertanian Way Kanan di rumah Ketua Poktan Sido Mulyo, Suyono.

Pertemuan ini juga dihadiri Camat Buay Bahuga, Sufrianto, dan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Buay Bahuga, Suwito.

Terakhir, Maulana sangat mengharapkan semangat dari pemuda pemuda calon menerus pertanian di Way Kanan.

Camat Buay Bahuga, Sufrianto dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Penggunaan pupuk organik di Buay Bahuga sudah banyak mengalami peningkatan.

“Jumlah petani yang menggunakan pupuk organik di usahataninya sudah meningkat jumlahnya,” jelas Sufrianto.

Harapannya kegiatan Pendampingan oleh Balai Pelatihan Pertanian Lampung dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat khususnya di Way Kanan dan berdampak juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia

Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kegiatan Merdeka Ekspor yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) pada 17 pintu utama yang tersebar di 17 Provinsi Indonesia. Menurut Presiden, kegiatan ini penting dilakukan, terlebih sektor pertanian adalah sektor yang tangguh dan memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi Covid 19, dimana ekspor pada tahun 2020 mencapai 451,8 triliun atau naik 15,79 persen jika dibandingkan tahun 2019 yang hanya 390,6 triliun,” ujar Presiden saat membuka Merdeka Ekspor 2021, Sabtu (14/8/2021).
Presiden mengatakan, ekspor pertanian pada semester pertama tahun 2021, yakni dari Januari sampai Juli juga cukup membanggakan, yaitu mencapai 282,86 triliun atau naik 14,05 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya 202,05 triliun.
Peningkatan ekspor pertanian, kata Presiden juga dinilai cukup memuaskan karena sejauh ini mampu berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan. Hal ini bisa dilihat dari angka Nilai Tukar Petani (NTP) nasional yang mencapai 99,60 pada Juni 2020 dan secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 sebesar 103,25 serta Juni 2021 mencapai 103,59.
“Ini sebuah kabar yang baik yang bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif di masa pandemi. Tadi juga disampaikan oleh Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) bahwa kegiatan ekspor beras sudah dimulai ke Arab Saudi,” katanya.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyampaikan terimakasih atas perhatian Kepala Negera terhadap sektor pertanian Indonesia, terutama dalam mendukung kegiatan Merdeka Ekspor di 17 Pintu ekspor yang memiliki nilai devisa 7,2 triliun.
“Sesuai arahan bapak Presiden bahwa investasi dan ekspor merupakan faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, kami terus berupaya mendorong ekspor produk pertanian ke berbagai negara,” katanya.
Mentan menjelaskan, kegitan merdeka ekspor merupakan implementasi dari berbagai program yang ada, termasuk program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) untuk mempercepat ekspor produk pertanian, serta menggerakan provinsi, kabupaten dan kota untuk mengakselerasi ekspor.
Adapun Ekspor yang akan dilepas pada kesempatan ini sebesar 627.399 ton senilai Rp. 7,29 triliun meliputi komoditas perkebunan 564.550 ton, tanaman pangan 4.277 ton, hortikultura 7.230 ton, peternakan 4.013 ton, dan beberapa komoditas lainnya.
“Kami juga memulai dan mendorong lebih cepat ekspor produk pertanian seperti komoditas porang, sarang burung walet, lipan, maggot serta komoditas potensial ekspor lainnya,” kata Mentan.
Perlu diketahui, pelepasan ekspor dilakukan antara lain di Pelabuhan Tanjung perak yang memiliki nilai devisa sebesar 1,3 triliun, Pelabuhan Laut Dwikora Pontianak 194,31 miliar, Pelabuhan Dumaj 1 triliun, Pelabuhan Belawan 431,6 miliar, Pelabuhan Tanjung Priok 435,1 miliar dan Tanjung Emas Semarang sebesar Rp 400 miliar lebih.
Pelatihan Petani dan Penyuluh yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP, turut difasilitatori oleh BPP Lampung. Pelatihan yang dibuka Presiden Joko Widodo, 6 Agustus 2021, akan berlangsung hingga 14 Agustus 2021.
Lewat pelatihan ini, diharapkan hadir sumber daya manusia pertanian yang berkompeten menghadapi tantangan dan perubahan cepat pada era industri 4.0.
Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat membuka pelatihan secara virtual,  mengatakan petani dan kelompok tani diharapkan dapat menggarap sektor hulu hingga hilir baik on-farm maupun off-farm.
“Kita harus tahu persaingan produk pertanian sekarang sudah lintas negara. Petani Indonesia harus kompetitif dalam keterampilan teknis, pemanfaatan model bisnis, model bisnis dan manajemennya,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan sektor pertanian sangat strategis untuk ketahanan perekonomian bangsa dan negara. Oleh karena itu, perlu upaya seluruh jajaran untuk dapat bersama-sama mengelola pertanian di setiap daerah mulai dari desa hingga nasional.
“Pertanian sangat menjanjikan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat,” tandasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan bahwa Kementan tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian.
“Pertanian posisinya penting bagi ketahanan pangan. Secara bisnis, pertanian juga sangat kompetitif dan tidak terpengaruh Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah BPPSDMP, ikut mendukung pelatihan wirausaha pertanian bagi petani milenial.
Kepala BPP Lampung, Abdul Roni, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum yang sangat berharga untuk para petani, penyuluh dan petani milenial.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian dari 18 kegiatan pelatihan yang diikuti oleh petani dan penyuluh di seluruh Indonesia. Saat ini telah terdaftar lebih dari 1,5 juta peserta petani dan penyuluh serta 2.000 petani milenial.
Abdul Roni Angkat menyampaikan,  pelatihan yang dilaksanakan pada Gelombang III ini menghadirkan pemateri yang berasal dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Pusat Penyuluhan Pertanian dan Bank Rakyat Indonesia.
“Alhamdulillah, kami juga insyaallah dapat menghadirkan Kepala BPPSDMP dan juga Direktur Jendral Pembiayaan Pertanian,” tutur Abdul Roni.
Pelatihan yang dipandu oleh Host Balai Pelatihan Pertanian Lampung ini telah diikuti oleh 1.315 pengguna Youtube melalui akun Youtube Pusat Pelatihan Pertanian. Sedangkan yang mengikuti pelatihan melalui Zoom Cloud Meeting sebanyak 6.000 partisipan yang terdiri dari 1.600 partisipan di akun Zoom Puslatan dan 4.400 partisipan di akun Zoom BPPSDMP
Buka Chat
Butuh Bantuan?
Hallo
Selamat Datang di BPP Lampung
Ada yang bisa Kami bantu ?