Kualitas hasil pertanian selalu dituntut  meningkat dan dalam jumlah yang mencukupi. Jika sektor pertanian mengalami kegagalan dalam peningkatan produksi yang terjadi adalah lonjakan harga akibatnya tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian ini harus banyak yang dibenahi salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia.

Inilah diantaranya  penyuluh pertanian mempunyai peran penting untuk ikut serta meningkatkan kualitas petani. Oleh karena itu hal yang sangat wajar pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian mengambil langkah untuk lebih memberdayakan para penyuluh. Peran penyuluh pertanian sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian.

Peran penyuluh pertanian dapat dikatakan sebagai garda terdepan untuk meningkatkan kualitas petani saat ini. Penyuluh berperan sebagai perantara dan penghubung informasi untuk maupun dari petani. Untuk mendukung tugas di lapangan sekaligus menyikapi salah satu kendala yang dihadapi dalam kegiatan penyuluhan pertanian yaitu jumlah tenaga yang masih sangat kurang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian.“Sehingga perlu didorong pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penyuluhan pertanian,” tutur Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan saat ini telah lolos 11.670 THL TBPP Lingkup Kementerian Pertanian menjadi ASN PPPK yang telah lulus passing grade Tahun 2019.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, guna mewujudkan pencapaian target utama pembangunan pertanian, BPPSDMP melakukan sertifikasi kompetensi untuk 4.855 THL TBPP calon ASN PPPK dari lulusan SMK Pertanian/ SLTA Non Bidang Pertanian dan sederajat, Diploma Dua (D II) serta Diploma tiga (D III), sampai S1 yang tidak linier rumpun pertanian.

Sebagai tindaklanjut, sebanyak 4.855 penyuluh THL-TBPP  dapat mengikuti kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan mulai 3 Nopember sd 16 November 2020. 4.842 penyuluh diantaranya sudah tercatat dan melakukan registrasi pada aplikasi Sister.

BPP Lampung ditunjuk langsung oleh Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPP Lampung Abdul Roni Angkat. Dalam sambutannya Kepala BPP Lampung menjelaskan pentingnya sertifikasi penyuluh demi meningkatkan proses dan mutu hasil pekerjaan.

“Sertifikasi bagi penyuluh pertanian bertujuan untuk meningkatkan proses dan mutu hasil pekerjaan, meningkatkan profesionalisme, dan menentukan kelayakan penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas sebagai pelaksana pembangunan pertanian” ujar Abdul Roni.

Abdul Roni juga menyampaikan  bahwa manfaat sertifikasi bagi penyuluh adalah menentukan kelayakan penyuluh pertanian untuk memperoleh sertifikat profesi., memberikan pengakuan penyuluh pertanian terhadap kompetensinya, dan meningkatkan proses dan mutu hasil pekerjaan pada bidang pertanian.

“Saya mengingatkan penyuluh agar terus berpegang pada 9 Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian, khususnya untuk menghadapi tantangan di bidang pertanian kedepan yang makin berat.Tugas dan tanggungjawab penyuluh harus diikuti dengan pengembangan kompetensi diri” lanjut Abdul Roni.